Ahli: Risiko Kematian Covid Meningkat Bila Sudah Sesak Napas

Ahli: Risiko Kematian Covid Meningkat Bila Sudah Sesak Napas Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di Tanah Air secara total kini lebih dari 950 ribu kasus per Kamis (21/1). Begitu memasuki tubuh, virus ini bisa merusak berbagai organ seperti paru, jantung, pembuluh darah, hingga sesak napas yang ujung-ujungnya menyebabkan kematian.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI Rumah Sakit Persahabatan Agus Dwi Susanto menjelaskan, sebagian besar Covid-19 yang menginfeksi tubuh menyerang organ paru. 

"Kalau seseorang terinfeksi Covid-19, virus ini akan masuk dalam saluran napas di paru kemudian menempel di reseptornya, paling banyak ACE2. Kemudian masuk dalam sel saluran napas paru dan virusnya bereplikasi atau bertambah banyak di situ," ujarnya saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema Kupas Tuntas Covid-19 dan Paru-paru, Kamis (21/1).

Baca Juga: COVID-19 Mengganas: Tanpa Gejala, Sesak Napas, dan Meninggal Dunia

Dia mengatakan reseptor ACE2 jadi reseptor utama ada di saluran napas dan paru. Kemudian, dia melanjutkan, virus ini akan menyebabkan reaksi di tubuh yang melawan virus tersebut dan menyebabkan berbagai respons tubuh kemudian terjadi faktor peradangan atau inflamasi.

Ia menambahkan, virus ini akan menyebabkan kerusakan di paru karena merangsang kerusakan jaringan paru apabila respons inflamasi tidak bisa memberantas virus ini.

Bahkan, dia melanjutkan, masalahnya bukan hanya ada di paru karena receptor ACE2 juga terdapat di organ lain. Sehingga, dia melanjutkan, saluran napas bagian atas, jantung, pembuluh darah, dan di saluran cerna juga bisa terdampak virus ini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini