Momen SBY Kalah dan Dihukum Push Up

Momen SBY Kalah dan Dihukum Push Up Kredit Foto: Viva

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata pernah kalah dalam sebuah pertandingan voli. Akibatnya, SBY harus terima dihukum push up di depan anak buahnya. Momen ini terekam dan diunggah oleh salah satu akun Twitter penggemar SBY.

Dikutip VIVA, Jumat 22 Januari 2021, dari akun Twitter @SBYcerita, terlihat foto SBY yang menggunakan baju olahraga berwarna kuning dan biru itu tengah menjalankan hukuman.

Presiden tidak selalu menang. Kadang bisa kalah. Dan kalau kalah, harus siap terima konsekuensinya. Semua sama. Dalam pertandingan voli di Brigif 17, tim presiden SBY alami kekalahan. Sesuai kesepakatan bahwa yang kalah harus push up maka presiden dan tim langsung melaksanakan push up. Konsekuen,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Eh Ayahnya AHY yang Kena Sindir DS: SBY Nggak Suka

Dikutip dari berbagai sumber, SBY merupakan seorang pensiunan TNI. Pada 1973, SBY lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan kecerdasan intelektual. 

Tahun 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada 1976, SBY belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, SBY belajar di On the Job Training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank) di Belgia dan Jerman pada 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Selama 1988-1989, SBY belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dan melanjutkan ke US Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat pada 1991.

Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996).

Lulusan Master of Art (M.A.) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Pada 1997, SBY diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI dengan pangkat Letnan Jenderal. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini