Matriarki Eropa, Wanita Tua Sanggup Lakukan Semua Hal

Matriarki Eropa, Wanita Tua Sanggup Lakukan Semua Hal Kredit Foto: Unsplash/Michelle Ding

Potret luar biasa menunjukkan masyarakat matriarki terakhir di Eropa. Di sini, para wanita yang lebih tua bertanggung jawab atas tanah dan para pria tidak diperhitungkan.

Di dalam masyarakat matriarki terakhir di Eropa yakni pulau-pulau kecil Estonia, para wanita-lah yang membuat aturan dan mengolah tanah. Sedangkan para pria hanya bisa menontonnya saja.

Baca Juga: Molla, Minuman Rasa Bit Merah Bisa Menjaga Kesehatan dan Kesuburan Wanita

matriarki-di-eropa-wanita-tua-kerjakan-semua-hal-ytOWPqNwf7.jpg

Melalui serangkaian foto terlihat penduduk perempuan lanjut usia (lansia) di pulau Kihnu dan Manija di Laut Baltik saat mereka menjalani kehidupan sehari-hari di dapur, kamar tidur, dan bertani.

Pada satu foto menunjukkan seorang wanita duduk dengan pakaian tradisional dan merajut di tepi tempat tidurnya.

Dalam satu foto, seorang wanita tua menggembalakan sapinya, sementara wanita tua lainnya mengerjakan hal lain. Seperti mencangkul dan mengurus tanaman.

Di pulau Kinhu dan Manija, secara historis para lelaki meninggalkan pulau selama berbulan-bulan untuk berburu anjing laut dan memancing.

Karena ketidakhadiran mereka, perempuan menjadi orang yang merawat, membuat peraturan, dan terus menjaga tradisi.

Salah satu foto memperlihatkan semangat komunitas yang berlangsung dari menciptakan generasi saat sekelompok wanita berkumpul di sekitar peti mati terbuka untuk upacara di dapur orang yang meninggal hanya tiga jam setelah dia meninggal.

Pulau Kihnu terletak di bagian timur Laut Baltik dan hanya memiliki panjang 7 km dan lebar 3,3 km. Pulau ini diperkirakan dihuni sekitar 300 penduduk sepanjang tahun. Pulau tetangga Manija tidak berpenghuni sampai tahun 1933, ketika sekitar 80 orang dari Kihnu pindah ke sana.

Fotografer Norwegia Anne Helene Gjelstad mengabadikan semua foto ini ke dalam buku barunya berjudul “Big Heart, Strong Hands” yang dijual di Amazon seharga 38 poundsterling (Rp731 ribu). Buku ini diterbitkan oleh Dewi Lewis Publishing.

Dikutip Daily Mail, Anne telah menghabiskan 11 tahun memotret kehidupan wanita yang lebih tua di pulau Kihnu dan Manija. Dia berharap bukunya ini bisa berfungsi sebagai catatan untuk membantu melestarikan masa depan budaya unik pulau itu.

“Selama sebelas tahun, sejak 2008, saya telah bekerja untuk menggambarkan kehidupan wanita yang lebih tua di pulau kecil Estonia Kihnu dan Manija di Laut Baltik,” kata Anne dalam pengantar buku itu.

“Penuh warna, menarik dan ramah - mereka mewakili budaya dan cara hidup yang berubah meskipun memiliki jangkar tradisi yang kuat,” jelasnya.

“Wanita kuat ini terbiasa bekerja keras dan merawat hampir semuanya. Mereka mengasuh anak-anak, membuat pakaian, membajak sawah, mengemudikan traktor, dan merawat hewan,” terangnya.

"Para pria menghabiskan banyak waktu dari rumah, memancing atau bekerja di daratan atau luar negeri," lanjutnya.

“Hidup itu sulit. Itu normal di sini. Tidak ada yang bertanya. Anda melakukan apa yang harus Anda lakukan. Beginilah cara Anda mendapatkan hati yang besar dan tangan yang kuat. Ketika saya mengerti itu, proyek saya memiliki judulnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan pernikahan dan keibuan sangat terasa di pulau-pulau itu dan hanya wanita yang sudah menikah yang dibolehkan memakai celemek tradisional.

Biasanya di musim panas, turis berbondong-bondong datang ke pulau-pulau untuk melihat para wanita berpakaian tradisional dengan rok berwarna cerah dan melakukan pertunjukan.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini