Kekhawatiran Selama Pandemi: Kesehatan vs Ekonomi

Kekhawatiran Selama Pandemi: Kesehatan vs Ekonomi Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

Orang-orang juga lebih mengutamakan kebutuhan esensial, seperti makanan dan minuman. Lebih lanjut, bepergian pun juga tak begitu penting, tapi berpotensi memengaruhi kualitas hidup.

Sementara itu, bila ditinjau dari kondisi sosial ekonomi, responden di kelas menengah ke bawah ataupun kelas atas menghindari menerima tamu di rumah, punya tabungan yang cukup, dan mengonsumsi makanan sehat.

Menurut mereka, itu bisa meningkatkan kualitas hidup di tengah pandemi. Di sisi lain, mereka menganggap vitamin dan pemakaian masker sebagai dasar dari kualitas hidup lebih baik. Tak cuma itu, masing-masing responden pun cenderung melakoni aktivitas--mulai dari hobi, travelling, hingga keinginan tes COVID-19.

Di sisi lain, masyarakat kelas atas menganggap membeli barang-barang terkait hobi memiliki dampak yang lebih besar untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena hal ini, lahirlah tren berkebun atau bersepeda.

Ekonomi VS Kesehatan, Lebih Penting Mana?

Secara keseluruhan, faktor ekonomi ataupun kesehatan  sama-sama penting di tengah pandemi. Meskipun normal baru saat pandemi berisiko bagi faktor ekonomi.

Dari segi kesehatan, responden menganggap penggunaan masker sebagai hal penting untuk menghindari virus corona baru. Hal tersebut menimbulkan masalah keuangan--apalagi di tahap awal pandemi, ketika permintaan masker membludak dan membuat harganya melonjak.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini