Investor Nekat Jual Saham di E-Commerce Karena Harga Terus Terjun Bebas, Ini Reaksi Bos Kimia Farma

Investor Nekat Jual Saham di E-Commerce Karena Harga Terus Terjun Bebas, Ini Reaksi Bos Kimia Farma Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Harga saham perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sempat melesat ke posisi Rp6.975 per saham pada 12 Januari 2021. Ini menjadi posisi tertinggi dari saham Kimia Farma sendiri.

Namun, dalam sepekan harga saham Kimia Farma terus anjlok hingga saat ini berada di posisi Rp4.800 per saham. Artinya, harga saham anak usaha PT Bio Farma (Persero) tersebut sudah anjlok 31,18% dari harga tertingginya.

Memang apabila dilihat, penurunan terjadi sesaat setelah penyuntikan perdana vaksin Covid-19 yang dilakukan pada 13 Januari 2021. Sejak saat itu, harga saham Kimia Farma betah berkubang di zona merah hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB).

Baca Juga: Jadi Bulan-Bulanan, Bumi Resources, Kimia Farma, dan Antam Masih Berdarah-Darah!

Kondisi tersebut nampaknya membuat investor panik. Bahkan, ada investor yang nekad unyuk menjual saham yang dimilikinya melalui salah satu platform e-commerce.

Terkait hal tersebut, Direktur Keuangan Kimia Farma, Pardiman pun memberikan tanggapan. Pihaknya mengapresiasi kepercayaan investor yang telah berinvestasi pada saham KAEF di pasar modal. Namun, perseroan menghimbau kepada investor untuk berhati-hati dalam melakukan perdagangan saham serta senantiasa memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku.

Baca Juga: Ya Nasib Ya Nasib! Kimia Farma hingga Indofarma Berdarah-Darah, Siapa Paling Parah?

“Bursa Efek Indonesia merupakan tempat bagi para pelaku saham untuk memperdagangkan atau memperjualbelikan setiap saham atau efek yang dimiliki dan ingin beli oleh investor. Dan, perdagangan efek di BEI hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa yang menjadi anggota kliring efek Indonesia,” jelas Pardiman.

Sebagai catatan, apabila dicermati harga saham Kimia Farma pada penutupan perdagangan hari ini masih terkoreksi tipis 0,21% atua 10 poin ke harga Rp4.800 per saham. Dalam sepekan, saham Kimia Farma sudah kempes 20,66%. Akan tetapi, bila ditarik 6 bulan ke belakang harga saham KAEF sudah naik sangat tinggi sebesar 324,78%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini