Perusahaan Jeff Bezos Blak-blakan Minta Joe Biden Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Karyawannya

Perusahaan Jeff Bezos Blak-blakan Minta Joe Biden Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Karyawannya Kredit Foto: Reuters/Mike Segar

Perusahaan milik Jeff Bezos, Amazon, langsung menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang baru dilantik agar karyawannya bisa menjadi prioritas vaksinasi Covid-19. Surat yang ditulis oleh Eksekutif Amazon, Dave Clark ini dikirim pada Rabu (20/1/21) yang meminta 800 ribu karyawannya di AS harus menerima vaksin lebih dini.

Dilansir dari CNN Business di Jakarta, Kamis (21/1/21) Dave Clark mengatakan karyawannya menjadi garda terdepan untuk memenuhi permintaan konsumen di masa pandemi.

Selain itu, Amazon juga menawarkan bantuan untuk memvaksinasi 100 juta orang Amerika dalam 100 hari pertama pada awal Biden menjabat. Clark menulis bahwa perusahaan siap mengerahkan kemampuan dan keahliannya dalam berbagai bidang operasi, teknologi informasi dan komunikasi untuk mendistribusikan vaksin Covid-19.

Baca Juga: Ketika Elon Musk dan Jeff Bezos Rebutan Posisi Orang Terkaya di Dunia

"Jangkauan yang kami miliki memungkinkan bisa membuat dampak yang berarti dalam perang melawan COVID-19, dan kami siap membantu Anda [Joe Biden] dalam upaya ini," tulis Clark.

Sebelumnya, pada bulan Desember lalu, Clark juga pernah menulis surat permintaan karyawannya divaksin lebih awal kepada Komite Penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk Praktik Imunisasi.

Tak hanya Amazon, permintaan serupa juga diajukan oleh Uber dan Federasi Ritel Nasional, yang mengadvokasi industri ritel.

Perusahaan yang didirikan Bezos pada tahun 1995 ini memprioritaskan keselamatan karyawannya karena harus bekerja selama pandemi demi memenuhi permintaan konsumen. Satu tahun sudah karyawannya harus menghadapi COVID-19.

Hingga Oktober 2020, lebih dari 19.000 karyawan Amazon di AS dan Whole Foods terdeteksi positif Corona. Amazon juga sempat dikecam karena dianggap tidak memprioritaskan keselamat karyawan di tengah pandemi corona.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini