Universitas Islam di Indonesia Ternyata Dibangun dengan Dana Utang Syariah

Universitas Islam di Indonesia Ternyata Dibangun dengan Dana Utang Syariah Kredit Foto: Uinjkt.ac.id

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pembiayaan program dan pembangunan infrastruktur melalui surat utang syariah negara (SBSN) telah mencapai Rp145,84 triliun sejak 2014 hingga 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pembiayaan tersebut termasuk dalam pembangunan Universitas Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) juga menjadi salah satu kementerian yang cukup sering melakukan pembangunan dengan skema pembiayaan SBSN.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Gus Yaqut Jelaskan Manfaat Instrumen Utang

"Di Kementerian Agama, termasuk yang cukup giat untuk membangun. Hampir semua Universitas Islam Indonesia, dulu namanya IAIN, sekarang menjadi Universitas Islam, itu hampir semuanya dibangun menggunakan SBSN," jelas Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (20/1/2021).

Lanjutnya, dengan adanya penarikan utang dari SBSN, bisa banyak memperbaiki fasilitas univeristas syariah. Serta, bermanfaat meningkatkan perkembangan ekonomi syariah dan instrumen syariah di Indonesia.

"Sehingga kita bisa perbaiki kampus dan bisa terus menjaga kehati-hatian, karena SBSN itu surat utang sebetulnya. Artinya proyeknya dibiayai dengan utang, tapi dengan utang yang terus kita jaga," bebernya.

Dia meminta kepada para pimpinan K/L untuk tetap menjaga serta mengawasi kualitas dari pembangunan proyek tersebut.

"Sehingga kita bisa perbaiki kampus dan bisa terus menjaga kehati-hatian, karena SBSN itu surat utang sebetulnya. Artinya proyeknya dibiayai dengan utang, tapi dengan utang yang terus kita jaga,"tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini