Malaysia Hentikan Penyelidikan Safeguard Keramik Indonesia

Malaysia Hentikan Penyelidikan Safeguard Keramik Indonesia Kredit Foto: Antaranews.com

Pemerintah Malaysia memutuskan untuk menghentikan penyelidikan safeguard atas produk keramik asal Indonesia. Keputusan ini merupakan hasil dari laporan final Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) yang diumumkan pada 11 Januari 2021 lalu.

"Keputusan MITI ini membuka peluang yang besar untuk terus meningkatkan ekspor keramik Indonesia ke negeri jiran," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Tertekan Pandemi, Kinerja Ekspor 2020 Cuma Turun 2,61%

Lutfi menjelaskan, penghentian penyelidikan ini didasarkan pada tiga pertimbangan. Pertama, tidak terjadi kenaikan volume impor secara absolut selama periode investigasi. Kedua, kenaikan volume impor secara relatif terhadap produksi keramik Malaysia tidak dapat dipastikan. Ketiga, otoritas Malaysia tidak dapat memastikan adanya hubungan sebab akibat antara lonjakan impor dengan kerugian serius yang diderita industri keramik Malaysia.

"Industri keramik Malaysia mengklaim bahwa terjadi lonjakan keramik impor yang menyebabkan kerugian atau ancaman kerugian bagi industri keramik dalam negeri. Namun, otoritas Malaysia tidak dapat menemukan bukti-bukti yang mendukung klaim industri keramik Malaysia tersebut," tambahnya.

Penyelidikan safeguard dilakukan mulai September 2020 berdasarkan petisi dari Federation of Malaysian Manufacturers–Malaysian Ceramic Industry Group. Penyelidikan safeguard ini dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan kerugian industri keramik akibat lonjakan impor produk keramik asal Indonesia.

Setidaknya, ada 12 produk dengan kode HS berbeda yang masuk penyelidikan pemerintah Malaysia tersebut. Nilai ekspor Indonesia ke Malaysia untuk produk keramik yang diselidiki adalah sebesar US$7,12 juta pada 2019. Nilai tersebut menurun 27,21% dibandingkan 2018 yang tercatat sebesar US$9,78 juta.

Sementara, selama periode Januari–November 2020, Indonesia berhasil membukukan nilai ekspor sebesar US$8,35 juta atau meningkat 24,41% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan nilai ekspor US$6,71 juta.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini