Soal Merger Gojek-Tokped, Ekonom UI Menilai Momentumnya Tepat

Soal Merger Gojek-Tokped, Ekonom UI Menilai Momentumnya Tepat Kredit Foto: Khairunnisak Lubis

Rencana merger dua perusahaan startup paling bernilai di Indonesia, Gojek dan Tokopedia, terjadi pada momentum yang tepat. Pasalnya, di saat pandemi COVID-19 ini semakin banyak UMKM yang bisnisnya bergantung pada ekosistem digital yang kuat seperti yang dimiliki oleh Gojek dan Tokopedia.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai bahwa merger kedua perusahaan berbasis digital tersebut diharapkan bisa menciptakan digital hub yang tidak hanya akan mendukung keberlangsungan bisnis UMKM namun juga bisa mengangkat UMKM ke level selanjutnya.

“Efeknya [merger Gojek dan Tokopedia] sangat positif dan momentumnya juga tepat. Dengan peluang yang timbul di masa pandemi ini, di mana semakin banyak UMKM yang mengubah strateginya menjadi 'go digital’, saya rasa merger kedua perusahaan akan mampu mengoptimalkan momentum itu,” katanya di Jakarta Kamis malam (14/1).

Baca Juga: Bukan Main! Dampak Merger Gojek dan Tokopedia Gak Main-Main

Fithra mengungkapkan kondisi pandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang, terutama bagi UMKM. Namun ketika mereka bergabung ke platform digital seperti yang dikelola Gojek ataupun Tokopedia, para UMKM ini bisa mengalami kenaikan transaksi sampai ratusan persen.

Kemampuan Gojek dan Tokopedia untuk mendorong bisnis UMKM untuk ‘go digital’ bisa dilihat dari pertambahan jumlah pelaku usaha kecil yang bergabung dalam ekosistemnya. Di Gojek jumlah UMKM selama masa pandemi bertambah lebih dari 600 ribu mitra. Sementara mitra Tokopedia juga melonjak lebih dari 3 juta menjadi sekitar 10 juta.

"Beralihnya perilaku konsumen ke layanan dan transaksi digital mendorong pelaku usaha untuk juga pindah ke ekosistem digital demi mendapatkan pasar. Itu sebabnya terjadi kenaikan jumlah UMKM dan transaksi di Gojek ataupun Tokopedia selama masa pandemi," jelasnya.

Ke depannya, jutaan UMKM di platform Tokopedia dapat memanfaatkan infrastruktur logistik yang telah dikembangan Gojek untuk mengirimkan barang dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini akan mendorong pertumbuhan bisnis UMKM sekaligus meningkatkan kenyamanan konsumen.

Selain merchant UMKM, Fithra melanjutkan, merger Gojek dan Tokopedia berpotensi akan semakin menguntungkan konsumen. Fithra memperhitungkan bila bersatunya dua startup itu akan meningkatkan skala ekonominya. Dengan skala ekonomi yang semakin besar, maka keduanya akan bisa beroperasi dengan lebih efisien, sehingga ‘cost per output’ dan ‘cost per production’ akan menjadi rendah. Kondisi itu akan menguntungkan user-nya, yaitu konsumen dan merchant UMKM yang bergabung di platform itu.

Baca Juga: Bukan Isu Monopoli, Catat Baik-Baik! Merger Tokopedia Gojek Berikan Dampak Positif Bagi Konsumen

Menurutnya pelaku bisnis digital seperti Gojek dan Tokopedia sudah memiliki strategi yang matang. Masing-masing menjaga prospek bisnisnya dengan melakukan diversifikasi bisnis menuju super-apps dengan tidak hanya berpijak pada satu lini bisnis saja. Gojek yang awalnya bergerak di sektor transportasi, kini justru kuat karena layanan fintech-nya, dan begitupun Tokopedia yang berhasil memperluas lini bisnisnya secara horizontal.

"Merger ini mempertemukan mereka di satu titik, di mana mereka pada akhirnya merasa saling membutuhkan satu sama lain untuk mengoptimalkan peluang selama dan sesudah pandemi,” imbuh dia.

Fithra bahkan juga meyakini jika merger Gojek dan Tokopedia ini akan memicu efek “bandwagon”, di mana akan banyak pelaku bisnis digital yang lainnya yang juga terinspirasi untuk mengambil strategi serupa karena menilai potensi bisnis yang bisa dicapai setelahnya.

“Pandemi ini mempercepat ‘the future of economic’. Kondisi ini harusnya dihadapi 5-10 tahun ke depan, tapi karena kesulitan yang muncul, situasi terjadi lebih cepat. Kita akan melihat akan ada peningkatan kekuatan dan kapasitas ekonomi menjadi lebih signifikan,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini