Gaungkan Perbankan Digital, Standard Chartered Gandeng Bukalapak

Gaungkan Perbankan Digital, Standard Chartered Gandeng Bukalapak Kredit Foto:

Standard Chartered (Bank) menjalin kemitraan strategis dengan Bukalapak guna meluncurkan inovasi yang ditujukan untuk misi memajukan perbankan digital.

Didukung nexus, solusi banking-as-a-service dari SC Ventures, Bukalapak dan Standard Chartered bertekad untuk memperluas misinya dalam mewujudkan kemudahan akses ke layanan finansial untuk para konsumen di berbagai penjuru negeri.

Kerjasama Standard Chartered dan Bukalapak akan berfokus pada sejumlah area diantaranya menghadirkan inovasi di bidang jasa finansial dan e-commerce, dan mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Andrew Chia, Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets (Australia, Brunei & the Philippines), Standard Chartered, mengatakan, kemitraan perdana dengan Bukalapak ini menegaskan kembali komitmen Standard Chartered untuk mengembangkan jejak secara lokal.

Baca Juga: Tahun 2021 Bukalapak Incar Pertumbuhan Hingga 50%

"Kami yakin bahwa kemitraan kami dengan salah satu unicorn pertama dan pemain e-commerce terkemuka di Indonesia akan memungkinkan kami untuk bersama-sama menciptakan solusi yang mendorong inklusi keuangan di Indonesia," ujar Andrew di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Sementara itu, Rachmat Kaimuddin, CEO, Bukalapak, menuturkan, kemitraan strategis ini menunjukkan kepercayaan Standard Chartered terhadap misi dan komitmen Bukalapak dalam menciptakan dampak di seluruh Indonesia.

"Perdagangan dan jasa keuangan merupakan aspek penting dari kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu, kemitraan ini meningkatkan semangat kami untuk mewujudkan Ekonomi yang Adil di Indonesia/ A Fair Economy in Indonesia. Dengan jaringan perbankan global yang kuat dan bisnis layanan keuangan yang bergengsi, partisipasi Standard Chartered di Bukalapak akan semakin memperkuat jajaran pemegang saham dan mitra strategis kami saat ini," tukasnya.

Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat menggiring inovasi terdepan di dalam ekosistem digital di sektor keuangan, sebagai solusi dari pergeseran perilaku konsumen saat di pandemi.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Standard Chartered baru ini mengungkapkan bahwa pandemi bertindak sebagai katalisator pertumbuhan aktivitas keuangan online, dengan lebih dari separuh responden global menggunakan lebih banyak layanan online pascapandemi.

Adapun sebanyak 56 persen konsumen Indonesia sekarang lebih memilih pembelian dan pembayaran online, meningkat 16 persen dibandingkan sebelum COVID. Sebanyak 80 persen orang Indonesia juga mengharapkan negara ini menjadi sepenuhnya “tanpa uang tunai” (cashless) pada tahun 2025.

Dalam hal ini, embedded finance menjadi pasar pertumbuhan utama bagi kemitraan Standard Chartered dan Bukalapak dalam mengembangkan produk inovatif untuk semakin baik melayani kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini