Kecerdasan Buatan Fujifilm dalam Meneropong Tubuh

Kecerdasan Buatan Fujifilm dalam Meneropong Tubuh Kredit Foto: Fujifilm Indonesia

PT Fujifilm Indonesia menghadirkan berbagai teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses digitalisasi rumah sakit di Indonesia sehingga dapat memberikan pelayanan yang makin efektif dan efisien serta akurasi diagnosis.

Yang terbaru, perusahaan asal Jepang itu meluncurkan Picture Archiving & Communication System/ PACS Synapse yang merupakan teknologi AI dalam bidang radiologi dan berfungsi sebagai penyimpanan image pasien (archiving), viewer image pasien, 3D Post Processing Image, dan teleradiologi untuk menunjang klinik radiologi dalam melakuan diagnosis dengan alur kerja yang efektif, efisien, dan tidak repetitif.

Baca Juga: China Luncurkan ATM Yuan Digital Pertama

PACS menjadikan pekerjaan manual yang repetitif menjadi digital serta memberikan kemudahan akses melalui mobile device dan dapat diakses para dokter dan tenaga kesehatan di mana pun, termasuk ketika pasien ingin melakukan second opinion. Hasilnya, pemeriksaan di instalasi radiologi khusus penyakit stroke kini berhasil maksimal 20 menit.

Salah satu pihak yang telah mencoba teknologi ini adalah Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). Kepala Instalasi Radiologi RS PON dr. Melita, Sp.Rad mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan ini, RS PON sudah mencoba teknologi ini. Ia mengatakan, melalui teknologi ini dapat membantu dokter radiolog dalam menegakkan diagnosis karena dapat menunjukkan kelainan yang ada di tubuh pasien.

Menurutnya, dengan adanya AI, dokter–dokter di Indonesia seperti memiliki tambahan rekan kerja baru yang dapat membantu dan mendukung rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada para pasien karena dari pengalaman, sering harus berjibaku dalam waktu cukup lama dalam mendiagnosis dan merawat pasien akibat tidak adanya alat yang dapat mempersingkat proses kerja membantu menegakan diagnosis pasien stroke kala itu.

"Inovasi dalam Synapse (PACS) mendukung dokter dan tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dan produktivitas alur kerja sehingga pasien dapat segera ditangani dengan waktu tunggu minimum serta improvement dan akurasi dalam mendiagnosis," ucapnya.

Akurasi tersebut menjadi faktor yang penting untuk membantu meningkatkan persentase kesembuhan pasien.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini