Gegara Korupsi, Presiden Wanita Pertama Korsel Harus Mendekam 20 Tahun di Bui

Gegara Korupsi, Presiden Wanita Pertama Korsel Harus Mendekam 20 Tahun di Bui Kredit Foto: Nytimes.com

Mahkamah Agung Korea Selatan (Korsel) menguatkan hukuman penjara 20 tahun yang dijatuhkan kepada mantan Presiden Park Geun-hye. Park Geun-hye dinyatakan bersalah atas penyuapan dan sejumlah kejahatan lainnya.

Vonis atas kasus korupsi bersejarah di Korsel ini menandai kejatuhan yang mencolok dari pemimpin wanita pertama dan ikon konservatif negara itu.

Baca Juga: Korsel Kirimkan Kapal Pendeteksi Bawah Laut Canggih Bantu Pencarian Sriwijaya Air

Keputusan itu berarti Park, yang digulingkan dari jabatannya dan ditangkap pada 2017, berpotensi menjalani hukuman gabungan selama 22 tahun di balik jeruji besi. Sebelumnya ia juga telah dihukum karena secara ilegal mencampuri nominasi kandidat partainya menjelang pemilihan parlemen pada 2016.

Namun penyelesaian masa hukumannya juga membuatnya memenuhi syarat untuk mendapatkan pengampunan khusus dari presiden, yang kemungkinan akan membayangi pemilihan presiden Korsel pada bulan Maret tahun depan seperti dikutip dari TVNZ, Kamis (14/1/2021).

Presiden Moon Jae-in, seorang liberal yang memenangkan pemilihan presiden setelah pemakzulan Park, belum secara langsung membahas kemungkinan membebaskan pendahulunya itu.

Tetapi setidaknya satu anggota terkemuka dari partai yang menaungi Moon yaitu Partai Demokrat, Lee Nak-yon, telah mengangkat gagasan untuk memaafkan Park dan mantan presiden yang dipenjara lainnya, Lee Myung-bak, yang menjalani masa hukuman 17 tahun atas tuduhan korupsi, sebagai isyarat untuk "persatuan nasional."

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini