Pemakzulan atas Trump Dapat Dukungan Suara dari Biden

Pemakzulan atas Trump Dapat Dukungan Suara dari Biden Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlos Barria

Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden , angkat bicara terkait pemakzulah kedua kalinya presiden petahana Donald Trump. Menurutnya, DPR memilih untuk meminta pertanggungjawaban Trump karena menghasut penyerbuan dengan kekerasanterhadap Gedung Capitol minggu lalu.

Dalam pernyataan yang diucapkan dengan hati-hati, Biden mengatakan para anggota DPR mengikuti Konstitusi dan hati nurani mereka dalam pemungutan suara di parlemen.

Baca Juga: Mendengar Pesan Perdana Trump Usai Dimakzulkan DPR: Tidak Ada Pendukung Sejati...

Biden mengatakan Trump menghasut kekerasan yang dilakukan oleh ekstremis politik dan teroris domestik dalam serangan terencana dan terkoordinasi.

"Itu adalah pemberontakan bersenjata melawan Amerika Serikat. Dan yang bertanggung jawab harus bisa dimintai pertanggungjawaban," ujarnya.

"Hari ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat menjalankan kekuasaan yang diberikan kepada mereka di bawah Konstitusi kami dan memilih untuk memakzulkan dan meminta pertanggungjawaban presiden," sambungnya seperti dikutip dari Washington Times, Kamis (14/1/2021).

DPR memilih 232-197 untuk mendakwa Trump karena menghasut penyerangan Gedung Capitol pekan lalu, menjadikan Trump satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan dua kali.

Sepuluh politisi Partai Republik memutuskan bersebrangan dengan partainya untuk bergabung dengan Partai Demokrat mendakwa presiden.

Sidang pemakzulan Trump akan berlanjut ke Senat pada hari-hari awal pemerintahan Biden. Jangka waktu yang pendek itu menjadi alasan utama Partai Demokrat di DPR AS bersikeras bahwa pemakzulan diperlukan: Trump sangat berbahaya sehingga dia perlu dicopot dari jabatannya secepat mungkin.

Banyak anggota DPR dari Partai Republik mengecam proses yang terburu-buru dan mengatakan pemakzulan adalah bagian lain dalam upaya tanpa henti dari Partai Demokrat untuk menggulingkan Trump dari jabatannya, bahkan ketika beberapa orang mengakui bahwa presiden harus menanggung kesalahan atas serangan itu.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini