Jokowi Divaksin, Industri Keuangan Bersuka Cita

Jokowi Divaksin, Industri Keuangan Bersuka Cita Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Industri keuangan menyambut riang gembira dengan dimulainya vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator yang menunjukan tren positif setelah Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang di vaksin Covid-19 pada hari ini, Rabu (13/1/2021).

"Di pasar modal terjadi kenaikan IHSG sebesar 0.62% sampai dengan penutupan sehingga berada di level 6.435. Kenaikan optimisme ditopang oleh dana asing yang mencatat nett buy atau beli saham Rp992 miliar. Rupiah juga terpantau menguat ke level 14.046 per USD atau menguat 1.75%," ujar Ekonom INDEF Bhima Yudhistira di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Sementara di sektor riil, lanjut Bhima, efek vaksinasi belum tentu akan langsung dirasakan dalam jangka pendek, karena perhatian masyarakat khususnya menengah dan atas juga terfokus pada kasus harian yang masih tinggi.

"Selain itu informasi terkait kapasitas Rumah Sakit yang penuh di beberapa daerah juga jadi kekhawatiran meskipun vaksinasi sudah mulai dilakukan," tambah Bhima.

Baca Juga: Jokowi Disuntik Vaksin Sinovac Jadi Pusat Perhatian Media-media Internasional

Ke depan untuk mempercepat pemulihan ekonomi, Bhima berharap pemerintah secepat untuk melakukan vaksinasi ke masyarakat guna mendorong belanja/ konsumsi dan kegiatan usaha.

"Target vaksinasi kan di awal juga petugas medis dan ASN. Sementara konsumen yang mau belanja dan pelaku usaha kapan di vaksin? ini jadi pertanyaan yang lebih krusial," tutup Bhima.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo pada hari ini, di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi orang pertama yang menerima vaksin dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di Indonesia sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19.

Adapun vaksin yang disuntikkan kepada Presiden adalah vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd. yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero). Vaksin tersebut telah melalui sejumlah uji klinis yang melibatkan 1.620 relawan di Bandung.

Vaksin tersebut juga telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini