Kabar Baik, BioNTech Tingkatkan Produksi sampai 2 Miliar Dosis Vaksin

Kabar Baik, BioNTech Tingkatkan Produksi sampai 2 Miliar Dosis Vaksin Kredit Foto: Antara/REUTERS/Tatyana Makeyeva

Pembuat vaksin corona Jerman BioNTech dan raksasa farmasi AS Pfizer mengatakan akan meningkatkan produksi vaksin Covid-19 hingga 2 miliar dosis tahun 2021. Demikian disebutkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (11/1/2021) di Jerman dan Amerika Serikat.

Sebelumnya BioNtech dan mitranya Pfizer menargetkan produksi 1,3 miliar dosis untuk 2021. Namun permintaan terhadap vaksin dengan tingkat efikasi di atas 95 persen itu terus meningkat.

Baca Juga: Laboratorium AS Temukan Bukti Pfizer-BioNTech Ampuh Lawan Mutasi Corona Inggris

BioNTech mengatakan, peningkatan produksi akan dicapai melalui perbaikan proses produksi, sekaligus peningkatan kapasitas pada pemasok dan mitra-mitra produksi. Dokumen rencana peningkatan produksi telah diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS, SEC.

BioNTech mengatakan pabrik barunya di kota Marburg Jerman, akan mulai berproduksi pada bulan Februari, dengan kapasitas produksi tahunan hingga 750 juta dosis vaksin.

50 juta dosis vaksin sudah diproduksi

BioNTech menyatakan Minggu (10/1/2021), sejauh ini sudah 50 juta dosis vaksin diproduksi dan sekitar 33 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan. Untuk tahun 2021 direncanakan total produksi mencapai 2 miliar dosis, yang cukup untuk memvaksinasi 1 miliar orang, karena satu orang perlu dua dosis vaksin.

Seorang juru bicara BioNTech mengatakan, sisanya yang belum didistribusikan masih menunggu diambil pemesannya, karena harus mempersiapkan kapasitas penyimpanan lebih dulu. Vaksin BioNtech/Pfizer harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius.

Saat ini, vaksin BioNTech/Pfizer diproduksi di kantor pusat BioNTech di kota Mainz, Jerman, di pabrik di Belgia, dan di beberapa pabrik di AS.

Vaksin BioNTech/Pfizer adalah vaksin Covid-19 pertama yang mendapat izin penggunaan dari otoritas kesehatan Uni Eropa. Selain itu, vaksin tersebut juga sudah disetujui untuk digunakan di AS, Inggris, Arab Saudi serta setidaknya 19 negara lain.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini