Saham Jadi Rebutan Investor Sampai Bursa Turun Tangan, Bos Itama Ranoraya Bongkar Rencana Bisnis

Saham Jadi Rebutan Investor Sampai Bursa Turun Tangan, Bos Itama Ranoraya Bongkar Rencana Bisnis Kredit Foto: Annisa Nurfitriyani

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) pada tahun ini menargetkan pertumbuhan omset dan untung mencapai 80%-100%.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengungkapkan, pencapaian yang gemilang di tahun 2020 akan kembali dipertahankan bahkan ditargetkan bisa tumbuh lebih tinggi di tahun ini. Dimana, perolehan laba bersih tahun 2020, Perseroan memperkirakan dapat merealisasikan pertumbuhan laba bersih 2020 sebesar 70% - 80% dibandingkan perolehan laba bersih di tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar. Sementara pertumbuhan pendapatan di kisaran 90% - 95% dibandingkan pendapatan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp281,8 miliar atau berkisar Rp540 – Rp550 miliar.

“Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih bisa mencapai 80%-100%. Kami optimis baik produk Non Elektromedik (Suntikan ADS) , maupun Produk Invitro seperti Swab Antigen Test, mesin plasma dan USG masih akan tumbuh bagus. Kami juga memiliki produk baru dalam portofolio produk kami yaitu Avimac yang akan mulai kami pasarkan tahun ini”, ungkap Heru, di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Pantesan Harga Saham Meroket 140%, Omset dan Untung Perusahaan Ini Naik Dua Kali Lipat

Ia mengungkapkan jika pada tahun ini Perseroan akan memulai menjual produk dengan merk Avimac berupa immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dapat mendukung percepatan penanganan Covid-19 di lndonesia, produk ini sudah diproduksi di Australia dan saat ini sedang dalam uji klinis tahap-3 di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Baca Juga: Kasih Cuan 140% Lebih dalam Sekejap, Saham Perusahaan Ini Dapat Lampu Kuning!

Perseroan optimis dalam beberapa tahun ke depan dapat menjaga ritme pertumbuhannya. Dengan beroperasi penuh pabrik baru PT OneJect Indonesia (sister company) di tahun ini dengan total kapasitas mencapai 1,2 miliar miliar jarum suntik sekali pakai (ADS) dan safety needle per tahun. Perseroan akan menjadi penyuplai jarum suntik terbesar di ASEAN dengan target pasar secara global.

“Selain pertumbuhan organic, kami juga menyiapkan pertumbuhan inorganic yang mulai kami lakukan di tahun ini, sebagai bagian rencana besar kami bertransformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis. Transformasi tersebut akan membuka ruang inovasi yang besar bagi perseroan dan tentu menjadi modal kuat kami untuk menjaga ritme pertumbuhan tetap tinggi kedepannya”, tutup Heru.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini