Vaksin Siap Disuntikkan, Saham Perusahaan Farmasi Kena Efek Samping Hingga Terbang Tinggi ke Awan

Vaksin Siap Disuntikkan, Saham Perusahaan Farmasi Kena Efek Samping Hingga Terbang Tinggi ke Awan Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin Sinovac. Hal tersebut nampaknya memberikan angin segra kepada saham-saham farmasi yang pada pembukaan perdagangan pagi ini langsung terbang tinggi.

Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sempat melesat ke harga Rp7,375 per saham dari Rp6,450 per saham naik 14,34% atau 925 poin. Kemudian, saham PT Indofarma Tbk (INAF) tadi melejit 17,6% atau 1,100 poin ke posisi Rp7,350 per saham dari RpRp6,250 per saham.

Baca Juga: Ini Dia Orang Pertama Kali yang Akan Divaksin Corona di Jakarta

Baca Juga: Vaksin Sinovac Halal, Erick Thohir: Alhamdulillah

Baca Juga: Vaksin Sinovac Dapat Izin Edar BPOM, Vaksinasi Covid-19 Mulai 13 Januari

Adapula saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pernah menguat sebesar 200 poin atau 11,36% ke posisi Rp1,960 per saham dari Rp1,760 per saham. Lalu, ssaham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) meroket 300 poin atau 22,38% dari Rp1,340 per saham menjadi Rp1,640 per saham.

Sebagai informasi, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin Sinovac. Kemudian, Kementerian Kesehatan akan mulai melakukan vaksinasi akan pada Rabu (13/1/2021). Rencananya, vaksin Covid-19 pertama di Indonsia akan disuntikkan ke Presiden Joko Widodo.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini