BPK Ikut Awasi Pengadaan dan Distribusi Vaksin Covid

BPK Ikut Awasi Pengadaan dan Distribusi Vaksin Covid Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) siap melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.

Hal itu dikatakan Ketua BPK Agung Firman Sampurna saat menerima kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (8/1/2021). Agung mengatakan, pertemuan tersebut untuk membahas pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19.

Baca Juga: Sputnik V Asal Rusia: Top 7 Vaksin Terbanyak Diproduksi di Dunia

Ia juga mengungkapkan bahwa ketiga pimpinan tersebut membahas proses pelaksanaan pengadaan dan distribusi vaksin yang dilaksanakan dalam kondisi kedaruratan (emergency) gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa diskusi juga membahas berbagai permasalahan yang terindikasi sebagai risiko dalam kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin.

"Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait keamanan, efikasi, dan efek samping, serta pelaksanaan distribusi vaksin kepada masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan rumah sakit," jelasnya.

Sekadar informasi, Indonesia sudah mengantongi 3 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi. Ketersediaan vaksin Covid-19 di Tanah Air bertambah menjadi 3 juta dosis setelah perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac melakukan pengiriman tahap kedua sebanyak 1,8 juta dosis yang tiba pada hari terakhir 2020, Kamis (31/12/2020).

Sebelumnya, Indonesia telah mendatangkan vaksin Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis pada Minggu (6/12/2020).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini