Mantap, Orang-orangnya Putin Gandeng Vietnam buat Kerja Sama Produksi Vaksin Sputnik V

Mantap, Orang-orangnya Putin Gandeng Vietnam buat Kerja Sama Produksi Vaksin Sputnik V Kredit Foto: Reuters

Dunia tengah berlomba menemukan vaksin Covid-19. China, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman merupakan negara-negara yang gencar mencari obat Covid-19.

Rusia menjadi salah satu negara yang berusaha cepat melakukan pengembangan calon vaksin Covid-19. Melalui The Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, Rusia mengembangkan vaksin Sputnik V.

Baca Juga: 800 Ribu Rakyat Vladimir Putin Telah Disuntik Vaksin Sputnik V

Rusia bahkan sudah mengklaim Sputnik V sebagai vaksin Corona pertama di dunia pada Agustus 2020, sebelum mereka memulai uji klinis fase tiga.

Alexander Gintsburg dan ilmuwan lainnya dari Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology mengembangkan vaksin Sputnik V, mengungkapkan fakta baru, vaksin ini dapat memberikan perlindungan dari Covid-19 selama dua tahun di tubuh manusia.

Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengatakan, Sputnik V sudah tersedia bagi publik paling cepat pada November atau Desember 2020. Vaksinasi pertama pun sudah dilakukan untuk tenaga medis dan guru.

Berdasarkan data di atas, laporan terbaru dari Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology pun menyebutkan, salah satu Negara di kawasan Asia Tenggara, yakni Vietnam, tertarik bekerja sama dengan Gamaleya Research Institute untuk memproduksi vaksin Sputnik V di Vietnam.

Berbicara saat melakukan jumpa pers, Wakil Menteri Kesehatan Vietnam, Truong Quoc Cuong menyebutkan, saat ini sudah ada kesepakatan kerja sama antara Gamaleya Research Institute dengan sebuah perusahaan lokal yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Vietnam.

“Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology telah menunjukkan minatnya untuk memproduksi dan mengembangkan vaksin Sputnik V di Vietnam. Metode transfer teknologi telah disiapkan bersama sebuah perusahaan lokal,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Vietnam, Truong Quoc Cuong, seperti dilansir laman aa.com.tr, Senin (4/1/2021).

Selain dikabarkan telah setuju bekerja sama dengan Gamaleya Research Institute, Vietnam pun diberitakan sudah menerima setidaknya 30 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dengan Universitas Oxford.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini