350 Ribu Unggas Mati Bikin India Geger, Ternyata Isu Flu Burung...

350 Ribu Unggas Mati Bikin India Geger, Ternyata Isu Flu Burung... Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

India dibuat kalang kabut dengan munculnya wabah flu burung di lima negara bagian, saat pandemi virus corona masih melanda.

Kementerian Lingkungan India segera mengeluarkan peringatan nasional.

Baca Juga: Ada 600 Ribu Unggas di Paris Dimusnahkan karena Takut Sebarkan Flu Burung

“Flu burung telah mencapai unggas-unggas di sabuk Barwala, distrik Panchkula di utara negara bagian Haryana, kami sejauh ini telah mencatat 350.000 unggas mati di distrik itu, semuanya diduga mati karena flu," papar Mukesh Kumar Ahuja, wakil komisaris departemen peternakan.

"Panduan Kementerian sedang diikuti dan distrik itu berada di bawah pengawasan ketat terhadap gejala pada hewan lain," ungkap Ahuja.

Wabah itu juga menewaskan 2.400 burung migran di negara bagian utara Himachal Pradesh. (Baca Juga: Setelah Terinfeksi Covid-19, Kekebalan Tubuh Seseorang Bertahan 6 Bulan)

“Hingga Senin malam, kami telah mencatat mati 2.403 ekor angsa berkepala batang yang semuanya positif virus H5N1. Ini serius dan kami mengikuti pedoman dari Kementerian untuk menghentikan penyebaran virus ke unggas peliharaan,” ujar Dr Munish Batta, wakil direktur epidemiologi di departemen peternakan. 

Angsa berkepala batang tiba di Danau Bendungan Pong, yang terletak di negara bagian Himachal, dari Asia Tengah, Rusia, Mongolia, dan wilayah lain pada musim dingin setelah melintasi pegunungan Himalaya. Januari lalu, lebih dari 100.000 burung itu berada di danau.

Batta lebih lanjut mengatakan radius 10 kilometer di wilayah sekitar danau dalam pengawasan ketat setelah lima bangkai angsa pertama dinyatakan positif flu burung, dan pariwisata telah ditangguhkan.

Kebun binatang Gopalpur di distrik Kangra telah disiagakan.

“Sebanyak 589 bangkai burung gagak dan merpati lainnya ditemukan positif flu burung di negara bagian barat Rajasthan,” ujar seorang pejabat negara.

“Karena kami tidak mengetahui sumber pasti dari unggas tersebut, sejauh ini kami memastikan bahwa unggas yang mati dikubur atau dibakar dan area tersebut didisinfeksi, sesuai pedoman Kementerian,” papar Dr Virender Singh, direktur departemen peternakan negara bagian Rajasthan.

Negara bagian tengah Madhya Pradesh dan negara bagian selatan Kerala juga melaporkan lebih dari 10.000 unggas mati, termasuk bebek, gagak, dan merpati, selama sepekan terakhir.

Menurut media lokal Mathrubhumi, negara bagian Kerala telah menyatakan flu sebagai "bencana" dan mengatakan akan memusnahkan 48.000 bebek.

Untuk menghindari penyebaran unggas peliharaan dan unggas ternak, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringatan nasional kepada negara-negara bagian dan mengarahkan mereka mengambil langkah serius dalam hal ini.

“Mempertimbangkan situasi gawat ini, kementerian meminta semua negara bagian atau teritori serikat untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang mungkin untuk mencegah penularan penyakit, jika ada, pada hewan, burung dan manusia lain. Pengawasan terhadap kematian satwa liar, terutama perlu menjadi prioritas, dan negara bagian diminta melaporkan kejadian kematian tersebut kepada kementerian ini,” papar pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini