Memburuknya Krisis Alam Bawa Potensi Mengerikan yang Tertangkap Satelit, Apa Itu?

Memburuknya Krisis Alam Bawa Potensi Mengerikan yang Tertangkap Satelit, Apa Itu? Kredit Foto: Theguardian.com

Dunia menyaksikan banyak perubahan di tahun 2020. Selain pandemi mematikan dari Covid-19, tahun lalu juga menjadi pengingat akan parahnya krisis iklim yang dihadapi dunia, seperti kekeringan, banjir, gelombang panas, kebakaran hutan, dan angin topan, yang melanda kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

Gambar dari beberapa peristiwa iklim tersebut, yang secara visual menakjubkan, tertangkap oleh armada satelit dan instrumen pengamatan Bumi NASA yang ditemukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Baca Juga: Perkuat Kebijakan Iklim Melalui Pemulihan Gambut dan Mangrove BRG Jadi BRGM

Berikut peristiwa iklim ekstrem 2020 yang tertangkap oleh gambar satelit NASA, dilansir di Mercury News, Rabu (6/1/2021):

Kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya

Pada 4 Januari 2020, Spektroradiometer Pencitraan Resolusi Sedang NASA menangkap gambar asap tebal berwarna cokelat yang melayang di Australia Tenggara. Gambar diambil saat negara itu dilanda salah satu musim kebakaran hutan terburuk yang pernah tercatat.

Musim kebakaran di Australia selalu berbahaya, tetapi kondisi kebakaran pada 2020 sangat parah, membuat kondisi pemadaman kebakaran sangat sulit.

Para ahli mengatakan, perubahan iklim telah memperburuk cakupan dan dampak bencana alam seperti kebakaran dan banjir. Kondisi cuaca semakin ekstrim, dan selama bertahun-tahun, kebakaran telah dimulai lebih awal di musim tersebut dan menyebar dengan intensitas yang lebih besar.

2020 juga merupakan tahun yang patut diingat bagi banyak penduduk negara bagian Pantai Barat AS, di mana kebakaran hutan yang mematikan di California, Oregon, dan Washington memaksa puluhan ribu orang mengungsi di tengah pandemi virus corona.

Satelit NASA menunjukkan gambar yang ditangkap pada 9 September 2020, di mana asap tebal terlihat di sepanjang Pantai Barat.

"Ilmuwan iklim dan kebakaran telah lama mengantisipasi bahwa kebakaran di AS Barat akan membesar, lebih intens, dan lebih berbahaya. Tetapi bahkan yang paling berpengalaman di antara mereka telah kehilangan kata-kata dalam menggambarkan ruang lingkup dan intensitas kebakaran yang terjadi di negara bagian Pantai Barat selama September 2020," kata NASA.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini