Inggris Bilang Mutasi Corona dari Afrika Selatan Lebih Bahaya, Ini Alasannya...

Inggris Bilang Mutasi Corona dari Afrika Selatan Lebih Bahaya, Ini Alasannya... Kredit Foto: Unsplash/Chris Lawton

Varian Covid-19 yang ditemukan di Rainbow Country alias Afrika Selatan, diduga lebih berbahaya ketimbang yang terdeteksi di Inggris. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pun menilainya, sebagai problem yang sangat serius.

"Saya sangat mengkhawatirkan varian Covid Afrika Selatan. Itu sebabnya kami langsung membatasi penerbangan dari negara tersebut," kata Hancock kepada Radio BBC, seperti dikutip Reuters, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Wajib Baca! Ini Lima Gejala Peringatan Darurat Strain Baru Covid-19 Asal Inggris

"Ini adalah masalah yang sangat sangat penting. Lebih berbahaya dibanding varian Covid Inggris," imbuhnya.

Sekadar latar, varian baru Covid-19 di Afrika Selatan terdeteksi pada 18 Desember 2020. Varian baru itu diberi nama 501.V2 oleh para ilmuwan genomik Afrika Selatan, Kwazulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform (KRISP).

Varian ini mendorong terjadinya gelombang kedua Covid di Afrika Selatan. Mutasi virus tersebut bahkan banyak dialami anak muda, dengan minim komorbid.

Berdasarkan catatan John Hopkins Coronavirus, jumlah kasus positif Covid di Afrika Selatan kini telah mencapai angka 1.100.748, dengan 29.577 angka kematian.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini