Awali Tahun Baru, IFG Diganjar Rating idAAA dari Pefindo

Awali Tahun Baru, IFG Diganjar Rating idAAA dari Pefindo Kredit Foto: Taufan Sukma

Mengawali Tahun baru 2021 yang masih penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, Indonesia Financial Group (IFG), BUMN Holding Asuransi dan Penjaminan, meraih peringkat credit rating idAAA dari lembaga pemeringkat, PEFINDO. Peringkat idAAA merupakan cerminan kondisi kesehatan keuangan yang terbaik dan peringkat tertinggi atas kesehatan keuangan sebuah korporasi.

“Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari Pemerintah, profil kredit yang sangat kuat dari anak-anak perusahaan asuransi dan penjaminan, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kinerja operasional yang berada pada tingkat rata-rata karena pandemi COVID-19” kata PEFINDO dalam keterangan resminya.

Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior.

Peringkat  idAAA ini menunjukkan bahwa IFG sebagai BUMN Holding Asuransi dan Penjaminan terbesar di Indonesia diakui memiliki pengelolaan keuangan yang prima dan mampu memenuhi seluruh kewajiban keuangannya secara prima di tengah krisis akibat pandemi ini, baik dari sisi keuangan maupun operasional.

Baca Juga: Kebanjiran Duit Rp22 Triliun, IFG Life Bakal Jadi Perusahaan Asuransi Raksasa

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina Dwidya Sistha mengatakan, peringkat ini merupakan anugerah terbaik untuk menutup tahun 2020. Dirinya sangat bersyukur IFG yang baru dibentuk pada bulan Maret tahun 2020 ini sudah dapat mencapai mengukir prestasi kinerja yang positif.

“Peringkat ini akan menjadi modal dan semangat baru di tahun 2021 untuk bekerja lebih keras untuk menghasilkan kinerja terbaik serta mempertahankan peringkat tersebut. Hal ini tidak terlepas dari komitmen, integritas dan kolaborasi semua pihak, khususnya Insan IFG, dalam melaksanakan strategi dan kebijakan IFG agar dapat dijalankan dengan tata kelola bisnis, keuangan dan operasional yang maksimal berlandaskan prudent dan good governance," ujar Sistha di Jakarta, Senin (4/1/2020).

Sebagai induk holding, IFG memiliki sembilan entitas anak perusahaan yang fokus pada produk keuangan dan pasar modal, asuransi umum dan penjaminan, serta asuransi jiwa dan kesehatan. Adapun anak perusahaan IFG meliputi PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Graha Niaga Tata Utama, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Artha Ventura, dan PT Bahana Kapital Investa.

IFG saat ini memiliki total aset secara konsolidasi sebesar Rp76,2 triliun. Adapun total premi bruto sebesar Rp18 triliun, dimana total dana kelolaan konsolidasi holding mencapai Rp81,8 triliun hingga saat ini.

Di tahun 2021 IFG akan mendongkrak pertumbuhan anorganik salah satunya melalui pendirian IFG Life, perusahaan asuransi yang fokus di layanan asuransi jiwa dan kesehatan. Ke depannya IFG Life akan menerima migrasi polis asuransi dari nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hasil restrukturisasi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini