Meski Punya Modal Buat Pilpres, Nasib AHY Diramal: Mentok-Mentok Cuma Akan Jadi...

Meski Punya Modal Buat Pilpres, Nasib AHY Diramal: Mentok-Mentok Cuma Akan Jadi... Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A

Ketua umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai belum layak dijagokan sebagai kandidat calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Putra sulung Presiden ke-6 Indonesia itu masih "miskin" pengalaman di bidang pemerintahan sipil. AHY dinilai perlu bersabar dulu. Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra) Fadhli Harahab. Baca Juga: Andai Ganjar Dipinang Parpol Lain & Gandeng Ridwan Kamil di Pilpres: Akan Sangat Dahsyat

"Kalau bicara kelayakan, AHY belum teruji. Dia belum pernah menjadi pengambil kebijakan di lembaga publik mana pun, bahkan AHY sendiri baru terlibat politik praktis sejak dia memutuskan mundur dari institusi militer," ujarnya, Minggu (1/12/2020).

Fadhli mengatakan, meski namanya kerap masuk dalam survei capres/cawapres potensial di 2024, bukan berarti AHY lantas dinilai layak menjadi presiden dan wakil presiden. "Kalau bicara potensi, AHY memang sudah ada. Modal politik juga punya. Tetapi soal kelayakan secara objektif tentu harus diuji, dan AHY belum punya itu," kata Fadhli. Baca Juga: Trending! Warganet Sampai Hati Bilang: Buta Tulinya Pak Prabowo Bikin Gak Ada Artinya!

Momentum perombakan ataureshuffle kabinet Indoneaia maju baru-baru ini seharusnya menjadi batu loncatan bagi AHY untuk membuktikan dirinya layak untuk mencalonkan diri menjadi presiden pada 2014 mendatang.

"Itu momentumnya. Sayang sekali reshuffle terlewatkan juga," kata analis politik asal UIN Jakarta ini.

Alhasil, momentum uji kelayakan yang semestinya dimanfaatkan sebaik mungkin menjadi seperti jalur bebas hambatan. Fadhli pun memprediksi AHY tidak akan menjadi apa-apa di Pilpres 2024 mendatang. AHY disebut tidak akan mampu bersaing dengan kandidat lain yang sudah teruji dan memiliki elektabilitas dan kapabilitas. 

"Aku kira paling banter AHY hanya akan jadi menteri. Itu pun kalau Demokrat tepat memilih kawan koalisi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai saat ini peluang AHY masih harus diuji oleh beberapa aspek. Antara lain, kata dia, sisi elektabilitas yang harus terus digenjot.

Menurut Dedi, meski saat ini AHY punya banyak pilihan untuk memilih calon pendampingnya, tapi ia juga harus mengukur diri. "Sulit memadukan AHY dengan tokoh nonparpol saat Demokrat tidak dominan di pemilu," kata Dedi saat dihubungi terpisah.

Jika merujuk pada hasil sejumlah lembaga survei, sambung dia, ada beberapa nama yang muncul untuk menjadi pilihan AHY. Nama-nama itu sebatas dari kalangan profesional, yang tampaknya juga gagal mengerek elektabilitas mereka. Sebut saja, katanya, Susi Pudjiastuti, Erick Thohir, Sri Mulyani, Mahfud MD dan menteri lain yang saat ini berada dalam anggota kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Namun demikian, fakta itu juga tak menjadi jaminan jika simulasinya dilakukan saat ini. "Kalau dipaksakan akan serasa Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, saat itu Sandiaga hanya punya basis dukungan popularitas personal, dan hasilnya tidak maksimal. Hal ini akan terjadi pada AHY jika berpasangan dengan profesional," tutur Dedi.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini