Kisah Perusahaan Raksasa: Gurita Bisnis Keluarga Ambani, Bikin Reliance Industries Terus Melejit

Kisah Perusahaan Raksasa: Gurita Bisnis Keluarga Ambani, Bikin Reliance Industries Terus Melejit Kredit Foto: Reuters

Reliance Industries Limited adalah perusahaan multinasional terkemuka yang bermarkas di Mumbai, India. Reliance memiliki basis bisnis di seluruh anak benua India. Bidang-bidangnya meliputi energi, petrokimia, sumber daya alam, tekstil, ritel, dan telekomunikasi. 

Bukan cuma itu, Reliance adalah salah satu korporasi yang menyabet tiga gelar sekaligus di India. Raksasa ini menjadi perusahaan paling menguntungkan, perusahaan publik terbesar berdasar kapitalisasi pasar, dan terbesar menurut pendapatan.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Bosch Group, Raja Perkakas yang Jadi Konglomerat Dunia

Yang terheboh, pada 10 September 2020, Reliance menjadi perusahaan India pertama yang melampaui nilai 200 miliar dolar As dalam kapitalisasi pasar. Di tahun ini pula, perusahaan menduduki peringkat ke-96 dalam daftar perusahaan terbesar dunia, Fortune Global 500. Keuntungan dan laba bersihnya di tahun ini masing-masing mencapai 86,27 miliar dan 5,62 miliar dolar. 

Peringkat ini menjadi yang tertinggi selama Reliance eksis. Pencapaian itu salah satunya berkat perusahaan menjadi eksportir terbesar India yang menyumbang 8 persen dari total ekspor barang dagangan India. Nilai dalam uang sebesar 1,47 crore rupee. Yang lainnya adalah Reliance bertanggung jawab atas hampir 5 persen dari total pendapatan pemerintah India dari bea dan cukai. Ia juga merupakan pembayar pajak pendapatan tertinggi di sektor swasta di India.

Menjadi yang nomor satu di India membawa pamornya dan seorang Mukesh Dhirubhai Ambani melejit. Berikut ulasan ringkas oleh Warta Ekonomi, Rabu (30/12/2020), tentang Reliance Industri.

Reliance didirikan oleh Dhirajlal Hirachan Ambani pada 1958. Sering dipanggil Dhirubhai, pria ini lahir dari keluarga guru sekolah berstatus menengah ke bawah, dari sebuah desa miskin di Gujarat pada 1932. Alih-alih menjadi seorang guru, Ambani muda melakukan perjalanan ke kota pelabuhan, Aden, Yaman pada usia 16 tahun.

Di tanah perantauan itu, Ambani bekerja sebagai juru tulis di pompa bensin. Sepanjang ia bekerja selama 10 tahun di Yaman, karier Ambani menanjak menjadi manajer pemasaran di Burmah Shell. Sejak saat itu, Ambani bermimpi untuk memulai bisnisnya sendiri.

Kembali ke kampung halamannya di tahun 1958, Ambani memulai bisnis barunya sebagai eksportir barang. Reliance Commercial didirikan dan ia menyewa kantor di daerah kumuh Mumbai untuk bekerja. Aktivitasnya kurang lebih selama dua jam per hari di kantor. 

Awalnya, ekspor Ambani mencakup rempah-rempah dan juga kain. Tekstil lama kelamaan menjadi penjualan terkuat Ambani, sehingga ia terus fokus menjadikannya yang utama di perusahaan.

Pada pertengahan 1960-an Ambani mengembangkan ambisi yang lebih besar, bertekad untuk memasuki manufaktur tekstil. Perusahaan tersebut mendirikan pabrik pertamanya pada tahun 1966, sejalan dengan berdirinya Reliance Textiles Engineers Private. Merk Vimal buatannya dengan cepat menjadi sangat populer.

Pada akhir dekade ini, Ambani mengoperasikan empat pabrik. Sebagian dari kesuksesan perusahaan berasal dari tekadnya untuk hanya menggunakan peralatan produksi yang paling modern dan sangat efisien.

Reliance, yang berada dalam lingkaran politik, industri, dan keuangan India, terpaksa untuk mencari modal di tempat lain agar ambisinya berkembang. Ambani malah mengambil langkah revolusioner dengan beralih ke pasar saham.

Pada tahun 1977, Ambani meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) Reliance Textile Industries. IPO, dari 2,8 juta saham, mengumpulkan 1,8 juta dolar, dan dianggap salah satu yang terbesar di India pada saat itu.

Dengan menghindari ketergantungan tradisional pada negara untuk investasi modal, Ambani memicu revolusi di India, dan secara luas dikreditkan karena menyiapkan panggung untuk kemunculan negara itu sebagai pusat industri regional utama.

Ketangkasan Ambani dalam bekerja di birokrasi India memungkinkannya untuk memanfaatkan sistem lisensi negara itu. Pada tahun 1981 misalnya, Ambani mendapat izin untuk membangun pabrik di Patalganga yang memproduksi benang polyester filament.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini