Gegara Macron Positif, Pemimpin Eropa Ramai-ramai Jalani Tes Corona

Gegara Macron Positif, Pemimpin Eropa Ramai-ramai Jalani Tes Corona Kredit Foto: Antara/REUTERS/Benoit Tessier

Setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (17/12/2020), para pemimpin negara-negara Eropa langsung menjalani tes untuk memastikan apakah mereka tertular virus Corona atau tidak.

Dalam pertemuan puncak di Brussel yang membahas soal perubahan iklim, anggaran Uni Eropa, dan Turki pada pekan lalu, Macron bertemu dengan seluruh pemimpin Uni Eropa. Dari 27 pemimpin, hanya dua yang tidak ikut.

Baca Juga: Anggap Prancis Gagal Tangani Kasus Kartun Nabi, Putin Sindir Keras Macron

Presiden Prancis yang akan merayakan ulang tahun ke-43 pada 21 Desember mendatang itu, juga terlihat ngobrol bareng sejumlah pemimpin di ruang pertemuan. Seperti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Italia (PM) Giuseppe Conte. Mereka semua mengenakan masker.

Dalam sebuah rekaman video, Macron tampak memberikan salam tinju untuk peserta lain.

Pada Senin (14/12/2020), Macron juga makan siang bareng Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Bos Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/OECD yang berusia 70 tahun, Angel Gurria. Ia bahkan  kedapatan berjabat tangan dengan Gurria.

Tiga hari berselang, Rabu (17/12/2020), Macron mengadakan pembicaraan dengan PM Portugis Antonio Costa.

Kelar menghadiri pertemuan Uni Eropa, Merkel dilaporkan langsung menjalani tes Covid. Hasilnya negatif.

Seperti halnya Merkel, hasil tes Sanchez dan PM Irlandia Micheal Martin juga menunjukkan mereka tak terinfeksi Covid.  Namun, Sanchez tak mau ambil risiko.  Pria berusia 48 tahun itu telah menyetop semua aktivitas publik, dan menjalani masa karantina hingga 24 Desember mendatang. 

Sementara Costa yang hingga saat ini tak mengalami gejala apa pun, masih menjalani isolasi mandiri sambal menunggu hasil tesnya keluar.

Di awal pandemi Covid, Macron intens menerapkan salam namaste atau salam tanpa kontak fisik yang dilakukan dengan mengatupkan kedua tangan di dada, dalam kesehariannya. Namun belakangan, ia tampak lebih longgar. 

Sejauh ini Macron digambarkan sebagai sosok pemimpin yang menjalani gaya hidup sehat, rajin berolahraga, dan tidak merokok.

Macron dipastikan tetap menjalani tugas-tugas kepresidenan, dalam masa isolasi mandiri di area retreat La Lanterne, dekat Istana Versailles. Sementara sang istri, Brigitte, menjalani karantina di Istana Elysee yang berada di pusat Kota Paris, meski hasil tesnya negatif.

Berdasarkan laporan John Hopkins University AS, Prancis berada di peringkat lima negara paling terdampak Covid-19, dengan 2.483.524 kasus positif dan 59.733 angka kematian. Membuntuti AS, India, Brazil, dan Rusia.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini