Ekonomi Masih Loyo, Pertumbuhan Kredit Paling Mentok Cuma 5% di 2021

Ekonomi Masih Loyo, Pertumbuhan Kredit Paling Mentok Cuma 5% di 2021 Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro pertumbuhan kredit perbankan masih akan terhambat di 2021. Pasalnya dari sisi permintaan diperkirakan belum akan pulih karena vaksin juga belum bisa terdistribusi secara penuh.

Ekonomi, ujarnya, diperkirakan masih akan bergerak sekitar 60 persen sampai 70 persen dari total kapasitasnya. Ekonomi akan kembali putih seperti kondisi sebelum pandemi tahun 2022, tetapi kecepatannya akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan regulator dan masyarakat dalam memaksimalkan momentum pertumbuhan.

Dampak dari belum pulihnya sektor riil ini, maka kemungkinan pertumbuhan kredit masih seperti yang diproyeksikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu sekitar 1 persen sampai 4 persen tahun 2021. Baca Juga: Bank Kelebihan Duit, Bos BRI: Tapi yang Ajukan Kredit Dikit

“Kami memproyeksikan pertumbuhan kredit masih maksimal 5 persen. Jadi masih di bawah 5 persen tahun 2021. Kondisi ekonomi sebelum ke level pandemi, diperkirakan akan tercapai tahun 2022,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Lebih jauh, dia mengatakan pemulihan sektor riil akan mempengaruhi sektor keuangan karena sektor keuangan mendukung sektor riil, terutama dari sisi financial dan pembiayaan.

"Artinya kalau sektor riil belum pulih, pertumbuhan kredit masih tetap rendah," tukasnya.

Namun, di sisi lain, Andry Asmoro mengatakan ada beberapa sektor yang sebenarnya juga relatif cepat pemulihannya. Seperti sektor informasi komunikasi dan teknologi menjadi sektor yang justeru diuntungkan di masa pandemi. Jika ada dampak, umumnya tidak besar.

Sektor makanan dan minuman sempat terkena dampak negatif, tetapi sekarang sudah relatif lebih membaik. Sektor transportasi darat relatif membaik karena tidak ada lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemudian, sektor kesehatan di bidang farmasi juga sudah membaik.

“Sektor perdagangan, meski masih rendah, tetapi karena tidak ada lagi PSBB, saat ini pelaku usaha sudah mulai leluasa berdagang. Sektor pertanian juga permintaannya sudah mulai tinggi, apalagi ada upaya mencegah terjadinya krisis pangan,” terangnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini