Fadel Muhammad: Bersih, Transparan, dan Profesional Adalah Tiga Kata Kunci untuk Daerah Sejahtera

Fadel Muhammad: Bersih, Transparan, dan Profesional Adalah Tiga Kata Kunci untuk Daerah Sejahtera Kredit Foto: MPR

Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad mengungkapkan bahwa kunci sukses kepala daerah mampu membawa rakyatnya makmur dan sejahtera adalah bersih, transparan serta profesional dalam bekerja mengelola potensi serta kekayaan wilayahnya.

Bersih artinya tidak korupsi. Transparan, selalu terbuka dan membuka dialog kepada masyarakat terhadap semua kebijakan yang akan dikeluarkan terutama soal anggaran.  Lalu profesional, tidak melakukan nepotisme.  Kepala daerah harus melakukan rekrutmen dengan berbasis kepada kemampuan.

Baca Juga: KPK Bilang Pejabat Kaya Gak Menjamin Bebas Korupsi karena...

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini dalam acara Forum Group Discusion Kebangsaan dengan tema 'Peran Generasi Muda Memberantas Korupsi' kerjasama MPR dengan DPC Gerakan Pemuda Marhaenis, di Kota Gorontalo.

Hadir dalam acara tersebut Ketua ICMI Orwil Gorontalo Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, anggota MPR dari Kelompok DPD Abdurrahman Abubakar Bahmid, Sekda Kabupaten Bone Bolango Ir. Ishak Ntoma, Dekan FH Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Fenty Puluhulawa serta para peserta dari berbagai elemen antara lain, Akademisi kampus, Mahasiswa, LSM, birokrat daerah, aktifis hukum, aktifis pendidikan, generasi muda milenial dan perwakilan media massa.

"Mengapa saya sangat menekankan kepala daerah harus bekerja berdasarkan tiga hal tersebut, karena saya sangat miris betapa banyaknya kepala daerah sekitar 300 orang lebih tersangkut kasus korupsi.  Ini sangat menyedihkan sekali mereka tidak amanah dalam mengelola uang rakyat.  Kejadian baru-baru ini malah setingkat menteri yang terkena kasus korupsi," ujarnya.

Semestinya, lanjut Fadel, setelah menerima amanah jabatan, para kepala daerah dan juga pejabat negara lainnya harus betul-betul meresapi bahwa dirinya akan mengelola banyak uang rakyat yang mesti digunakan hanya untuk kepentingan rakyat.  Jika mereka bisa berpegang teguh kepada moral dan hati nurani dalam menjalankan tugas-tugasnya, maka itu akan menjadi contoh yang baik kepada rakyatnya.

Dalam kesempatan itu, Fadel Muhammad juga menyinggung wacana besar yang selalu muncul dalam setiap kasus korupsi, yakni hukuman mati.  Menanggapi wacana hukuman mati terutama bagi oknum pejabat yang melakukan korupsi bantuan sosial masyarakat, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menegaskan akan mendengarkan terlebih dahulu usulan dari KPK dan para ahli pidana.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini