Sentil Kuantum Ciptaan Google, Fisikawan China Ngaku Teknologinya Bisa Begini

Sentil Kuantum Ciptaan Google, Fisikawan China Ngaku Teknologinya Bisa Begini Kredit Foto: Medium

Sebuah tim di China mengklaim telah membuat demonstrasi definitif pertama dari quantum advantage-mengeksploitasi cara kerja kontra-intuitif dari mekanika kuantum untuk melakukan komputasi yang akan sangat lambat pada komputer klasik. 

Mereka telah menggunakan berkas sinar laser untuk melakukan perhitungan yang secara matematis terbukti tidak mungkin dilakukan pada komputer normal. Tim mencapai dalam beberapa menit apa yang akan memakan waktu setengah usia Bumi pada superkomputer terbaik yang ada.

Baca Juga: Google Dituduh Pecat Karyawan Secara Ilegal, yang Benar??

Bertentangan dengan demonstrasi pertama Google tentang keunggulan kuantum, yang dilakukan tahun lalu, versinya hampir tidak dapat diserang oleh komputer klasik mana pun. Hasilnya muncul di Science pada 3 Desember.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menggunakan foton, unit fundamental cahaya, untuk mendemonstrasikan kekuatan komputasi kuantum jauh melampaui padanan klasik,” kata Jian-Wei Pan dari Universitas Sains dan Teknologi China di Hefei, seperti dilaporkan Nature.com.

Dia menambahkan, penghitungan yang mereka lakukan -yang disebut masalah pengambilan sampel boson- bukan hanya sarana yang nyaman untuk mendemonstrasikan keunggulan kuantum. Tetapi memiliki aplikasi praktis potensial dalam teori grafik, kimia kuantum, dan pembelajaran mesin.

“Ini jelas merupakan eksperimen tour de force, dan tonggak penting,” kata Fisikawan. Ian Walmsley dari Imperial College London.

Keunggulan Kuantum

Tim di laboratorium akademis dan perusahaan telah berlomba-lomba untuk mendemonstrasikan keunggulan kuantum -istilah yang sekarang sebagian besar telah menggantikan 'supremasi kuantum' sebelumnya.

Tahun lalu, para peneliti di laboratorium komputasi kuantum Google di Santa Barbara, California, mengumumkan demonstrasi keunggulan kuantum yang pertama kali. Mereka menggunakan perangkat Sycamore canggih, yang memiliki 53 bit kuantum (qubit) yang terbuat dari sirkuit superkonduktor yang disimpan pada suhu sangat dingin2.

Tetapi beberapa peneliti kuantum membantah klaim tersebut, dengan alasan algoritma klasik lebih baik yang akan mengungguli kuantum dapat eksis. Dan para peneliti di IBM mengklaim superkomputer klasiknya dapat menjalankan algoritma yang ada untuk melakukan perhitungan sama dalam 2,5 hari.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini