Kali Ini Jenderal Kopassus Terusik Perbuatan Pentolan FPI Rizieq Shihab

Kali Ini Jenderal Kopassus Terusik Perbuatan Pentolan FPI Rizieq Shihab Kredit Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Rizieq Shihab lagi-lagi jadi sorotan masyarakat, kali ini bukan karena baliho bergambar wajahnya yang ditumbangkan se-Jakarta oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jakarta. Tapi, karena tak mau menjalani tes swab kesehatan terkait penanggulangan penularan Virus Corona atau Covid-19.

Masalah baru pimpinan FPI ini muncul setelah dia pergi meninggalkan RS Ummi, saat akan diminta tes swab Covid-19 oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Rizieq menolak karena bersikukuh telah menjalani tes swab dengan tim medis dari MER-C.

Padahal MER-C bukanlah pihak yang dirujuk Satuan Tugas Covid-19 Kota Bogor untuk melakukan tes swab Covid-19. Dan tes swab Rizieq oleh MER-C tak pernah tahu hasilnya. Rizieq pun menghilang setelah pergi meninggalkan RS Ummi melalui pintu belakang pada Sabtu malam pekan lalu.

Baca Juga: Rizieq Shihab Sembunyikan Hasil Swab Test, Istana Nyamber: Ini Tanggung Jawab Moral

Perbuatan Rizieq itu menciptakan masalah baru, RS Ummi dipolisikan, dan MER-C akhirnya dibuat sibuk karena harus menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Dan masalah besar yang mungkin tak disadari Rizieq Shihab adalah dia telah mengusik perjuangan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang sedang berusaha keras menyelamatkan nyawa rakyat dari serangan Covid-19.

Beberapa jam setelah Rizieq raib, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) ke-27 langsung angkat bicara. Bahkan, penyandang tiga bintang emas TNI di pundaknya itu mengeluarkan ultimatum kepada Rizieq Shihab.

"Saudara Rizieq, sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan. Dalam upaya penanggulangan Covid-19, pemerintah akan melakukan langkah-langkah dan tindakan tegas, bagi siapapun yang melanggar ketentuan, yang membahayakan keselamatan dan kesehatan rakyat," kata Letjen TNI Doni Monardo saat itu dilansir, Rabu (2/12/2020).

Memang, perlu diketahui sangat wajar Letjen TNI Doni Monardo mengeluarkan pernyataan tegas itu, sebab dia merupakan pemegang tongkat komando tertinggi perang melawan Covid-19 di Indonesia, saat ini jenderal TNI aktif itu merupakan pemegang amanah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini