Kontribusi Positif Biodiesel Sawit bagi Ekonomi Nasional dan Petani

Kontribusi Positif Biodiesel Sawit bagi Ekonomi Nasional dan Petani Kredit Foto: Istimewa

Kebijakan mandatori biodiesel yang terus ditingkatkan Pemerintah Indonesia merupakan bentuk dukungan tercapainya sumber energi baru terbarukan dan ketahanan energi. Komitmen ketahanan energi ini juga sebagai dukungan bagi pemerintah yang tengah berjibaku menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kendati demikian, pandemi Covid-19 yang masih masif menginfeksi Indonesia membuat peningkatan kapasitas produksi biodiesel menjadi terhambat.

Ketua Umum Aprobi, MP Tumanggor mengatakan, "untuk mendukung program B30, saat ini program terbesar di dunia, produsen biodiesel telah merencanakan penambahan kapasitas produksi. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan rencana penambahan produksi ditunda."

Baca Juga: Peran 3 Aktor Utama Jaga Kepentingan Kelapa Sawit

Lebih lanjut Tumanggor menjelaskan, pelaksanaan penambahan kapasitas produksi diundur 2021 dan 2022 setelah adanya penyesuaian kondisi pandemi Covid-19. Penambahan kapasitas produksi tahun 2020 yang direncanakan sebesar 3,6 juta kiloliter menjadi mundur ke 2021 sebanyak 3,4 juta kiloliter.

Menurut Tumanggor, kelanjutan program B30 di 2020 dapat berjalan optimal dengan dukungan ketersediaan pasokan bahan baku dan kelancaran kegiatan transportasi logistik. "Memang ada kendala tapi dapat teratasi dengan baik," ujar Tumanggor.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan menyebutkan, implementasi B30 merupakan upaya memenuhi komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dari Business as Usual (BAU) pada 2020 dan pengurangan emisi 29 persen pada 2030.

"Kontribusi B30 berdampak positif bagi pengurangan emisi gas rumah kaca, tahun ini diproyeksikan 26 juta ton CO2 ekuivalen, atau 68 persen dari target pengurangan emisi di sektor energi dan transportasi tahun 2020. Sedangkan, untuk target pengurangan emisi 2030 pada sektor energi program biodiesel saat ini telah berkontribusi 8,82 persen," imbuh Paulus.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini