Ugh! Bos Xiaomi Sedih Ponselnya Dibilang 'Murah'

Ugh! Bos Xiaomi Sedih Ponselnya Dibilang 'Murah' Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Ponsel Xiaomi termasuk salah satu ponsel dengan harga terjangkau dengan spek mumpuni yang membuatnya memiliki banyak penggemar. Namun, bos Xiaomi, Lei Jun tak ingin perusahaannya selalu dicap murah.

Memang, sih, salah satu strategi Xiaomi hingga menjadi besar seperti saat ini adalah dengan harga terjangkau tetapi kualitas yang ciamik. Namun, Lei Jun mengatakan tetap dibutuhkan ponsel mahal dari Xiaomi agar bisa diakui sebagai produsen ponsel papan atas.

Dilansir dari Phone Mantra di Jakarta, Senin (30/11/2020) dulu, salah satu alasan Lei Jun mendirikan Xiaomi adalah ingin mengubah persepsi orang-orang bahwa produk China berkualitas buruk. Dengan harga yang murah dan berkualitas baik, Xiaomi pun berhasil melejit. Tetapi, Jun merasa sedih karena embel-embel 'murah' masih melekat dalam perusahannya. Padahal, murah bukan berarti murahan!

Baca Juga: Dipuji Bos Xiaomi, Remaja Ini Digadang Jadi The Next Jack Ma Saking Jeniusnya!

"Sebagai hasilnya, setelah 10 tahun, banyak orang berpikir bahwa Xiaomi masih berada dalam level rendah, yang membuat saya amat sedih," ujar Lei Jun.

Lewat inilah Lei Jun terus meningkatkan kualitas teknologi Xiaomi dan harganya pun menjadi lebih mahal dengan harapan dapat lebih dipandang di seluruh dunia. Pasalnya, belakangan ini produk elektronik dari Xiaomi sudah tidak se'murah' dulu.

Sebagaimana diketahui, harga Xiaomi Mi 10 Extreme Commemoratove Edition sebagai ponsel termahal mereka dijual dengan banderol di atas USD1.000. Lalu, ada televisi Xiaomi Redmi Smart TV dengan harga USD3.000.

Jun optimis kedua produk tersebut disambut dengan baik. Bisa jadi, kedepannya harga Xiaomi akan lebih mahal lagi tetapi mereka akan tetap bertahan lantaran telah terbukti sukses besar.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini