Gak Sudi Berhubungan dengan Israel, Pakistan Setia Bersama Palestina

Gak Sudi Berhubungan dengan Israel, Pakistan Setia Bersama Palestina Kredit Foto: Reuters.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menegaskan dia tak berencana untuk mengakui rezim Zionis Israel. Pernyataan ini disampaikan setelah muncul kabar mengenai kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Arab Saudi. 

Langkah ini diambil Khan dengan mengacu pada pesan yang disampaikan pendiri negara Pakistan, Muhammad Ali Jinnah. Pada 1948, Jinnah mengatakan pihaknya tak akan mengakui rezim Zionis kecuali warga Palestina mendapatkan hak-hak mereka.

"Pakistan akan terus mendukung Palestina, dan tidak ada keputusan untuk mengakui rezim Zionis," tukas Khan.

Baca Juga: Mau Bikin Jera, Hukum Kebiri Kimia Diterapkan di Pakistan

Sebelumnya, diberitakan Express Tribun bahwa Arab Saudi kemungkinan akan mengakui rezim Zionis. 

Akan tetapi, Arab Saudi dinilai baru akan melakukan hal tersebut bila negara-negara Muslim lain, termasuk Pakistan, telah melunakkan sikap mereka terhadap rezim tersebut.

Terkait spekulasi ini, Khan memastikan tak ada tekanan dari pihak mana pun untuk membuatnya mengakui rezim Zionis. Kementerian Luar Negeri Pakistan juga telah menolak dengan tegas spekulasi mengenai kemungkinan mereka membangun hubungan dengan Israel. 

Baca Juga: Semua Merujuk ke Saudi, Jadi Siapa yang Tekan Pakistan Akui Negara Israel?

Khan menambahkan bahwa Pakistan saat ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan Iran. Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Khan menekankan penitngnya meningkatkan perdagangan dan kerjasama ekonomi dengan Iran. 

Zarif sempat memuji Khan karena sikap tegasnya terhadap rezim Zionis. Zarif juga mengapresiasi dukungan Pakistan terhadap keanggotaan Iran di Shanghai Cooperation organization. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini