Duduki Kursi Menlu, Tugas Berat di Panggung Internasional Menanti Antony Blinken

Duduki Kursi Menlu, Tugas Berat di Panggung Internasional Menanti Antony Blinken Kredit Foto: Antara/REUTERS/Mike Segar

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden terus bergerak cepat dengan segera mengumumkan formasi kabinetnya. Biden diperkirakan akan menunjuk Antony Blinken sebagai menteri luar negeri.

Kandidat Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain mengungkapkan kepada ABC bahwa Biden akan mengumumkan sejumlah menterinya pada Selasa (hari ini). Namun, tim transisi Biden menolak berkomentar. Klain juga melanjutkan Biden kemungkinan akan mengumumkan jajaran kabinetnya pekan ini di mulai dari menteri dalam negeri (mendagri) dan menteri luar negeri (menlu).

Baca Juga: Eks Pentolan The Fed, Janet Yellen Duduki Kursi Menkeu AS yang Baru

Biden diperkirakan akan menunjuk Antony Blinken sebagai menteri luar negeri. Blinken selama ini merupakan orang yang dekat dengan tim transisi presiden terpilih. Blinken pun memiliki tugas utama untuk membatalkan sebagian besar kebijakan luar negeri "America First" yang diusung Presiden AS Donald Trump.

Biden juga memiliki diplomat senior AS Linda Thomas-Greenfield sebagai duta besar AS untuk PBB. Thomas-Greenfield sebelumnya pernah menduduki posisi sebagai diplomat pada pemerintahan mantan presiden Barack Obama. Perempuan kulit hitam itu juga akan membantu janji kabinet Biden yang memiliki lebih banyak keragaman ras.

Tugas utama Blinken adalah memulihkan kepemimpinan AS di panggung global. Itu kenapa Biden memilih Blinken dan Thomas-Greenfield yang memiliki karier panjang di bidang diplomat. Mereka akan bekerja sama dengan Jake Sullivan, penasihat politik luar negeri Biden, yang akan ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional.

Akhir pekan lalu, Bidenjuga sudah menunjuk menteri keuangan, tapi tidak diungkapkan ke publik. Menurut media massa lokal, posisi itu telah diamanahkan kepada mantan Kepala Bank Sentral AS The Fed Janet Yellen. Sejauh ini, tim sukses dan anggota Partai Demokrat menolak buka suara terkait isu ini.

Sementara itu, pelantikan presiden Amerika Serikat (AS) tahun depan akan berbeda dengan sebelumnya. Selain diterapkan protokol kesehatan yang ketat, jumlah tamu undangan yang hadir juga akan dibatasi. 

Klain mengatakan skala acara pelantikan presiden terpilih AS Joe Biden akan diperkecil. Hal itu untuk mengantisipasi penumpukan massa di satu titik. Maklum, saat ini, jumlah pasien meninggal akibat virus korona Covid-19 di AS terus meningkat menjadi 256.000.

“Kami tahu masyarakat pendukung Biden ingin turut serta memeriahkan pelantikan,” ujar Klain, dikutip Reuters.

“Tapi, kami tidak mungkin melakukannya untuk saat ini mengingat masyarakat AS masih menghadapi pandemi. Kami akan mencoba mencari cara agar acara ini berjalan aman.”

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini