Dengan GSP, Indonesia Bidik Ekspor ke AS Rp850,9 Triliun

Dengan GSP, Indonesia Bidik Ekspor ke AS Rp850,9 Triliun Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) ditargetkan meningkat hingga US$60 miliar atau setara Rp850,9 triliun dalam lima tahun ke depan.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Arlinda mengatakan target tersebut diharapkan terealisasi dengan adanya penguatan kerja sama melalui fasilitas Generalized Systems of Preference (GSP).

Seperti diketahui pemerintah telah melakukan pertemuan dengan Undersecretary US Department of Commerce, Joe Semsar. Pertemuan tersebut bagian dari rangkaian kunjungan kerja Delegasi RI (Delri) ke AS yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Bea Cukai Soekarno-Hatta Fasilitasi Pelatihan Ekspor PT AeXI

Pertemuan ini membahas kemungkinan penyusunan rencana aksi bersama untuk mewujudkan peningkatan perdagangan antara Indonesia dan AS hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Arlinda mengungkapkan kedua pihak akan mengidentifikasi langkah konkret dan quick win untuk dikembangkan bersama. "USDOC terbuka untuk berbagi best practices bidang perdagangan di AS, antara lain dalam hal promosi ekspor dan berbagi informasi mengenai perdagangan digital," ungkap Arlinda pada akhir pekan lalu.

Di masa pandemi ini, lanjut Arlinda, ekspor perdagangan ke AS tetap terjaga. Ini ditunjukkan oleh surplus perdagangan bagi Indonesia di periode Januari–September 2020 sebesar US$7,24 miliar atau setara Rp102,6 triliun. Nilai ini naik 16,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam lima tahun terakhir (2015–2019), neraca perdagangan Indonesia selalu mencatatkan surplus terhadap AS dengan tren 4,68%. Pada 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$8,58 miliar atau setara Rp121,66 triliun.

Angka ini meningkat 3,86% dari neraca tahun 2018 dengan US$8,26 miliar atau setara Rp117 triliun. Pada 2019, ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang beku, karet alam, alas kaki, ban, produk tekstil, dan ban. Sedangkan, impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, serta gandum.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini