Founder Into the Light: Pandemi Covid-19 Buat Orang Mudah Depresi

Founder Into the Light: Pandemi Covid-19 Buat Orang Mudah Depresi Kredit Foto: Unsplash/Tim Gouw

Pandemi COVID-19 ini cenderung membuat orang mudah depresi. Selama pandemi, angka depresi meningkat, meski demikian tidak terjadi peningkatan angka bunuh diri.

Hal tersebut menandakan kondisi pandemi memang sulit untuk dilalui sehingga banyak orang tertekan dan stres, namun bukan berarti tidak ada harapan. Bahkan pandemi ini bisa menjadi jalan membuka harapan yang baru.

"Masa pandemi ini bukanlah masa untuk kita berlomba-lomba menjadi yang paling produktif atau menjadi yang paling cepat pulih. Akan tetapi, rayakan saja hal-hal yang kecil yang masih bisa dirayakan," pesan Benny Prawira Siauw, Founder Into the Light ID yang juga seorang suicidologist dan global mental health advocate dalam webinar yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, pekan lalu.

Baca Juga: Simak Nih! Riset Ini Sebut Magic Mushroom Berpotensi Jadi Obat Depresi

Dalam webinar yang mengusung tema Mental Health 101: How to Keep Yourself Sane in the Middle of the Pandemic ini, Benny mengatakan bahwa hal yang penting untuk dilakukan terutama oleh para pelajar dan mahasiswa adalah harus tetap produktif selama kegiatan belajar mengajar meski melalui daring.

Pada kesempatan ini, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fateta, Prof Dr Ono Suparno mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kembali kesadaran masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa serta memberikan informasi terkait pentingnya kesehatan mental selama masa pandemi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini