Waduh, Tahun Ini Jumlah Hoaks Meroket!

Waduh, Tahun Ini Jumlah Hoaks Meroket! Kredit Foto: Antara/Mohammad Ayudha

Di tengah banjir informasi, Indonesia masih perlu berjuang melawan informasi keliru seperti hoaks. Apalagi, di tengah peningkatan pengguna media sosial, total hoaks pun ikut meningkat.

Misalnya, di tengah pandemi COVID-19, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mencatatkan lonjakan jumlah hoaks menjadi 2.024 per November 2020. Bukan cuma soal pandemi, hoaks itu juga berkaitan dengan pilkada dan Omnibus Law.

"Berdasarkan catatan kami, 2.024 hoaks itu tersebar di sejumlah platform, terbanyak di Facebook, lalu Twitter, dan WhatsApp," kata Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Belum Menjabat, Mayoritas Perusahaan di China Sudah Lebih Percaya Joe Biden Dibanding Trump?

Baca Juga: Boruto 52: Spoiler dan Rekomendasi Situs Baca Komik Online

Jumlah itu hampir bertambah 2 kali lipat daripada total hoaks pada 2019 yang mencapai 1.200 hoaks, menurut data Mafindo.

Menanggapi adanya peredaran hoaks di platform WhatsApp, Direktur Komunikasi WhatsApp APAC, Sravanthi Dev berujar, "kami berkomitmen memberantas isu disinformasi. Karena itu, kami terus memperbarui produk untuk berkontribusi menghadapi tantangan ini."

Langkah WhatsApp memerangi hoaks, antara lain: kampanye Hempaskan Hoaks Semudah ABC: Jari Pintar untuk Negeri; mengimbau masyarakat menerapkan tiga langkah, yaitu: (1) amati konten; (2) baca sampai habis, dan; (3) periksa asal informasi.

Selain itu, WhatsApp juga menggandeng Mafindo dan International Fact Checking Network untuk merilis ruang obrolan berbasis bot.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini