Aplikasi Muslim Pro Diduga Jual Data ke Militer Amerika, yang Benar??

Aplikasi Muslim Pro Diduga Jual Data ke Militer Amerika, yang Benar?? Kredit Foto: Unsplash/Kaur Kristjan

Apakah Anda tahu aplikasi Muslim Pro? Beredar dugaan kalau aplikasi populer itu menjual data pengguna ke militer Amerika Serikat (AS). Benarkah itu?

Melansir laman Al Jazeera, Jumat (20/11/2020), pihak Muslim Pro menyangkal tudingan penjualan data pirbadi penggunanya kepada pialang (broker) yang kemudian mengirimnya ke militer AS.

"Laporan media menyebut Muslim Pro telah menjual data pribadi pengguna kepada militer AS. Itu tidak benar," ujar pengembang aplikasi populer itu.

Baca Juga: Terbesar Sejak Perang Dingin, Inggris Tingkatkan Anggaran Belanja Militer

Baca Juga: Aplikasi Nafas Sebut Sejumlah Daerah Ini Rawan Polutan Udara

Sebaliknya, tim Muslim Pro mengaku berkomitmen melindungi dan mengamankan privasi para penggunanya. Karena itlah, tim menangani masalah itu dengan serius.

Tim Muslim Pro berkata, "Ini merupakan masalah yang kami atasi dengan sangat serius."

Sekadar informasi, majalah daring Motherboard mengidentifikasi Muslim Pro sebagai salah satu dari ratusan aplikasi yang mencetak cuan dengan menjual data lokasi pengguna kepada pialang pihak ketiga--yang kemudian kembali menjajakan data itu ke militer AS.

X-Mode, salah satu perusahaan yang terlibat dalam penjualan data lokasi, mengatakan, "kami melacak 25 juta perangkat di AS setiap bulan dan 40 juta pengguna di wilayah lain--termasuk Uni Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik."

Karena itu, tim Muslim Pro mengklaim sedang berupaya memutus hubungan kerja sama dengan mitra data, termasuk X-Mode.

Di sisi lain, Militer AS mengonfirmasi laporan Motherboard dan mengaku memanfaatkan data demi mendukung, "persyaratan misi Pasukan Operasi Khusus di luar negeri."

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini