Perkuat Pariwisata Joglosemar, Bobobox Buka Hotel Kapsul di Solo

Perkuat Pariwisata Joglosemar, Bobobox Buka Hotel Kapsul di Solo Kredit Foto: Bobobox

Perusahaan rintisan property-technology, Bobobox, meluncurkan hotel terbarunya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020). Melalui pembukaan hotel baru ini, Bobobox berharap dapat ikut mendukung dan memperkuat konektivitas di kawasan Jogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar), serta menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang sempat terganggu oleh pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, hotel yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi tersebut merupakan hotel ketiga yang berlokasi di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebelumnya, Bobobox meluncurkan hotel serupa di kawasan Kota Lama Semarang dan Malioboro Yogyakarta.

Baca Juga: Kisah Startup Raksasa: Youtube, Bisnis Menjanjikan dengan Cuan Triliunan

Terkait dengan bisnis yang makin berkembang, Bobobox mengajak pemilik properti di kawasan Jawa Tengah untuk berkolaborasi dalam menyediakan fasilitas beristirahat dan tidur (resting and sleeping facilities).

"Bobobox akan menggandeng lebih banyak lagi rekan bisnis di Jawa Tengah karena kesehatan dan keberlangsungan ekonomi dapat dicapai melalui kolaborasi antar-elemen. Kami siap berpartisipasi secara aktif," ujar Co-Founder dan President Bobobox, Antonius Bong.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Bobobox, Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa wilayah potensi properti di kota-kota besar di Jawa Tengah sangat besar. Terlebih lagi, adanya kearifan budaya lokal yang diperkuat dengan sentuhan keramahan masyarakat setempat membuat kawasan tersebut menjadi the new economy intangible asset yang harus diangkat lebih masif lagi.

Optimisme Bobobox dalam melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia didukung oleh pencapaian yang positif sepanjang tahun ini, walau ada di tengah hantaman ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hingga kuartal IV 2020, Bobobox mencatatkan tingkat okupansi (occupancy rate) kembali menuju besaran 80% dari tingkat okupansi hotel sebelum pandemi, dengan rerata tingkat okupansi sebelum pandemi mencapai 80% hingga 90%.

Hal ini tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang memadai dengan mengedepankan contactless experience di setiap area pods, serta menerapkan langkah mitigasi Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Ke depannya, perusahaan rintisan property-technology yang baru saja mendapatkan kucuran investasi Series A senilai US$11,5 juta itu fokus untuk melahirkan beberapa varian produk lainnya di luar hotel kapsul yang menjawab kebutuhan rest and sleep. Adapun pengembangannya tetap mengedepankan efisiensi ruang (space efficiency), kesehatan dan keamanan (health and safety), serta privasi konsumen.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini