Gak Ada Kapoknya, Amerika Lagi-lagi Provokasi Palestina

Gak Ada Kapoknya, Amerika Lagi-lagi Provokasi Palestina Kredit Foto: Antara/Patrick Semansky/Pool via REUTERS

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada hari Kamis (19/11/2020) menjadi pejabat senior AS pertama yang mengunjungi permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Kunjungan Menlu Pompeo ke kawasan permukiman Yahudi di Psagot dilakukan satu tahun setelah ia mengatakan bahwa pembangunan permukiman Yahudi di kawasan pendudukan bukan merupakan pelanggaran atas hukum internasional.

Baca Juga: Palestina Bilang Yahudi dan Muslim Ditakdirkan Hidup Bersama

Sebelum masa pemerintahan Presiden Trump, AS --sejalan dengan suara mayoritas masyarakat internasional-- berpendapat bahwa tindakan Israel membangun rumah-rumah bagi warga Yahudi di wilayah pendudukan melanggar hukum internasional.

Suara masyarakat internasional selama ini ditolak oleh Israel

Politikus senior Palestina, Mustafa Barghouti mengecam kunjungan Pompeo.

"Kunjungan itu tidak dapat diterima. Kunjungan tersebut adalah tindakan provokasi, baik kunjungan ke permukiman Psagot di jantung Tepi Barat yang seharusnya menjadi bagian wilayah negara Palestina di masa depan, maupun kunjungan ke Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah Suriah yang diduduki dan yang dicaplok Israel secara ilegal," kata Barghouti dalam wawancara dengan BBC.

Beberapa hari lalu, delegasi diplomat Eropa berkunjung ke Yerusalem Timur untuk memprotes rencana Israel membangun rumah-rumah bagi warga Yahudi di kawasan pendudukan tersebut.

Delegasi ini dihadang dan diteriaki oleh kalangan nasionalis Israel.

Pernyataan Menlu Pompeo setahun lalu, yang mengakui permukiman Yahudi di kawasan pendudukan sebagai permukiman yang legal, membuat marah Palestina. Mereka menentang setiap pembangunan permukiman Yahudi di kawasan-kawasan pendudukan, wilayah yang nantinya akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Selain ke Psagot, Pompeo melanjutkan lawatan ke kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Presiden Donald Trump pada 2019 secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut Israel dari Suriah dalam perang tahun 1967. Pada 1981, Israel mencaplok wilayah ini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini