Inggris Yakin Radikalisme Bisa Tumbuh saat Anak-anak Muda Karantina Mandiri

Inggris Yakin Radikalisme Bisa Tumbuh saat Anak-anak Muda Karantina Mandiri Kredit Foto: Antara/REUTERS/Henry Nicholls

Polisi Kontra Terorisme (CTP) Inggrisdalam laporannya mengatakan, dampak Covid-19 berupa isolasi sosial dan peningkatan ekstremisme yang penuh kebencian secara online menciptakan "badai yang sempurna". Ini, jelas CTP, membuat lebih banyak anak muda rentan terhadap radikalisasi.

Menurut CTP, dalam laporanya mengatakan bahwa antara 1 Januari 2019 hingga 30 Juni 2020, 17 anak telah ditangkap terkait dengan pelanggaran terorisme dan beberapa di antaranya masih berusia 14 tahun.

Baca Juga: Tegas! Janji Prancis yang Tak Akan Berhenti Perangi Islam Radikal

"Dalam periode waktu yang sama, lebih dari 1.500 anak di bawah usia 15 tahun dirujuk ke program Prevent untuk membantu mereka memilih jalan yang berbeda, jauh dari kebencian dan kekerasan," ucap CTP, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (19/11/2020).

Kepala Polisi Penanggulangan Terorisme Inggris, Asisten Komisaris Neil Basu menggaungkan kembali laporan CTP. Dia mengatakan, pihaknya melihat lebih banyak anak muda tertarik pada aktivitas teroris.

"ACT Early, situs web pengamanan baru, memberikan saran, panduan, dan dukungan bagi siapa saja yang khawatir bahwa seseorang yang mereka kenal mungkin berisiko mengalami radikalisasi," kata Basu.

"Covid-19 berarti bahwa orang-orang yang rentan menghabiskan lebih banyak waktu terisolasi dan online, dan dengan lebih sedikit faktor pelindung yang dapat disediakan oleh sekolah, pekerjaan, teman dan keluarga," tukasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini