Ibarat Nasi Sudah Jadi Bubur: Rupiah Kehilangan Muka di Hadapan Dolar AS dan Dunia

Ibarat Nasi Sudah Jadi Bubur: Rupiah Kehilangan Muka di Hadapan Dolar AS dan Dunia Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Status nilai tukar rupiah sebagai mata uang paling perkasa di tingkat regional dan global berganti menjadi salah satu yang paling nelangsa pada perdagangan spot Kamis, 19 November 2020 siang. Sempat unggul di angka Rp13.900-an, rupiah harus kembali ambruk ke Rp14.100-an per dolar AS.

Data perdagangan RTI mencatat, level terdalam yang disentuh rupiah per siang ini berada di angka Rp14.147 per dolar AS. Level tersebut berbeda jauh jika dibandingkan dengan level terbaik rupiah yang berada di Rp13.941 per dolar ASBaca Juga: Kembali Terjerat Skandal Pailit, Manajemen Sentul City Ngaku Biang Keroknya Adalah...

Sampai dengan Kamis siang, rupiah terdepresiasi -0,31% ke level Rp14.141 per dolar AS. Bukan hanya itu, rupiah juga harus mengakui kekalahan atas dolar Australia (-0,09%), poundsterling (-0,03%), dan ruro (-0,29%). Baca Juga: Rupiah Harus Hati-Hati, Dolar AS Kasih Sinyal Balas Dendam!

Satu per satu mata uang Asia juga ikut menekan rupiah, seperti dolar Hong Kong (-0,33%), yen (-0,28%), dan yuan (-0,09%). Untung saja, rupiah masih lebih baik daripada won (0,47%), baht (021%), ringgit (0,12%), dolar Singapura (0,09%), dan dolar Taiwan (0,02%).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini