Hadapi Tantangan Covid-19, Ini yang Disepakati Para Bank Sentral EMEAP

Hadapi Tantangan Covid-19, Ini yang Disepakati Para Bank Sentral EMEAP Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Para Gubernur Bank Sentral negara-negara di Asia Timur dan Pasifik yang tergabung dalam EMEAP menyepakati pentingnya upaya kalibrasi kebijakan dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19 yang telah membawa tantangan besar bagi otoritas kebijakan.

Executives’ Meeting of East Asia Pacific Central Banks atau EMEAP merupakan sebuah forum kerjasama yang beranggotakan sebelas bank sentral, yaitu: Bank Indonesia, Reserve Bank of Australia, People’s Bank of China, Hong Kong Monetary Authority, Bank of Japan, Bank of Korea, Bank Negara Malaysia, Reserve Bank of New Zealand, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand.

"Dalam hal ini, forum EMEAP dipandang telah berperan penting dalam mengidentifikasi risiko dan kerentanan, serta perubahan struktural jangka panjang di kawasan," demikian hasil pertemuan Gubernur Bank Sentral EMEAP yang diselenggarakan secara virtual pada 16 November 2020.

Baca Juga: Gegara China, Bank Sentral Dunia Saling Balapan Ciptakan Mata Uang Digital Nasional

Dalam kesempatan tersebut, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga bertukar pandangan mengenai perkembangan perekonomian dan sistem keuangan di kawasan, serta implikasi jangka panjang dari pandemi COVID-19.

Selain itu, Gubernur Bank Sentral EMEAP juga kembali menegaskan peran penting EMEAP sebagai forum yang efektif untuk melakukan dialog kebijakan, memperkuat kerja sama dan memberikan perspektif regional, serta memfasilitasi diskusi selama masa yang menantang saat ini.

Para Gubernur mendukung EMEAP untuk terus berperan aktif dalam mendorong kerja sama kawasan dalam rangka menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi.

Para Gubernur juga mendiskusikan upaya yang telah dilakukan oleh bank sentral dalam menuju digitalisasi, termasuk langkah untuk memanfaatkan teknologi dalam operasional bank sentral. Lebih lanjut, para Gubernur mendukung kelanjutan pembahasan tentang market surveillance dan kegiatan penelitian ke depan, termasuk inisiatif big data dan sustainable finance.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, pihaknya menyampaikan rangkaian bauran kebijakan yang telah diambil dalam rangka memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

"Disampaikan pula bahwa BI memandang digitalisasi merupakan kunci dalam memfasilitasi perubahan struktural dalam perekonomian ke depan. Oleh karena itu, BI telah melakukan proses transformasi digital, termasuk melalui percepatan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang diluncurkan pada 2019 dan pengembangan sistem informasi sebagai wujud penerapan digitalisasi yang komprehensif di BI," ungkapnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini