Sayonara! Singapura Tak Lagi Jadi Kota Termahal

Sayonara! Singapura Tak Lagi Jadi Kota Termahal Foto: Unsplash/Joshua Ang

Selama beberapa tahun terakhir, Kota Singapura adalah kota yang paling mahal sejagat buat tetamu. Kini, giliran Zurich, salah satu kota besar di Swiss, tampil sebagai jawara.

Penghargaan itu diberikan oleh organisasi Economist Intelligence Unit (EIU). Dalam riset berjudul "Worldwide Cost of Living (WCOL)", EIU mengatakan selain Zurich, kota Paris dan Hong Kong menduduki posisi teratas daftar kota termahal di seluruh dunia.

Baca Juga: Paris, Hong Kong, dan Zurich Jadi Kota Termahal Sejagat

Head of Worldwide Cost of Living The EIU, Upasana Dutt, mengungkapkan bahwa melorotnya Singapura banyak disebabkan ekonomi Singapura yang tengah berjuang menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.

"Harga di Singapura turun karena pandemi menyebabkan eksodus pekerja asing. Dengan populasi keseluruhan negara kota itu menyusut untuk pertama kalinya sejak 2003, permintaan telah menurun dan deflasi telah terjadi," ucapnya pada Rabu (18/11/2020).

Ia menegaskan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah biaya hidup di 133 kota di seluruh dunia sejak awal tahun 2020. Dari sepuluh kategori yang tercakup dalam laporan ini, tembakau dan rekreasi (termasuk konsumen elektronik) mengalami kenaikan harga terbesar sejak tahun lalu.

Sementara, harga pakaian mengalami penurunan paling tajam. "Laporan ini juga berfokus pada bagaimana harga barang telah berubah yang didorong ketidakstabilan mata uang, masalah rantai pasokan, dampak pajak dan subsidi, dan pergeseran preferensi konsumen hingga bagaimana perusahaan barang konsumen global dapat beradaptasi dengan situasi tersebut," ucapnya.

Sekadar informasi, The Worldwide Cost of Living adalah survei dua kali setahun yang dilakukan oleh The EIU yang membandingkan lebih dari 400 harga individu di 138 produk dan layanan di sekitar 130 kota.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini