Saat Luhut Kunjungi Kantor Trump, Ini yang Disepakati Antara RI dan AS

Saat Luhut Kunjungi Kantor Trump, Ini yang Disepakati Antara RI dan AS Kredit Foto: KBRI Washington

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai 750 juta dolar AS atau sekitar Rp 10,6 triliun).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi mewakili Pemerintah Indonesia, dan Presiden EXIM Bank AS, Kimberly Reed, yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Tiba di Gedung Putih, Opung Luhut Langsung Disambut Trump: Terima Kasih Jokowi...

MoU tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi khususnya di bidang pendanaan pembangunan investasi dan perdagangan dengan nilai mencapai 750 juta dolar. Angka ini merupakan peningkatan dari nilai kesepakatan sebelumnya sebesar 500 juta dolar pada 2017 – 2018.

Dalam sambutannya, Dubes Lutfi menjelaskan, hubungan bilateral RI-AS didasarkan atas kesamaan nilai dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara, memajukan demokrasi dan stabilitas kawasan.

“MoU ini akan semakin perkuat kemitraan ekonomi RI-AS dalam upaya memperluas bidang kerja sama investasi serta pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Sementara itu, Luhut yang menyaksikan penandatanganan MoU tersebut optimis terhadap peningkatan hubungan bilateral RI-AS, dengan berbagai capaian yang telah berhasil diraih dalam kurun waktu terakhir.

Yakni perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP). Suatu skema pembebasan tarif masuk bagi 3.500 produk ekspor Indonesia ke AS dan komitmen partisipasi AS dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Sedangkan Kimberly Reed menegaskan bahwa perjanjian tersebut merupakan capaian yang signifikan guna memperkuat partisipasi AS dalam pembangunan di Indonesia pada sektor energi, infrastruktur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pelayanan kesehatan, dan lingkungan.

“MoU ini mencerminkan betapa pentingnya Indonesia bagi Pemerintah AS,” tegas Kimberly.

MoU akan memperluas peluang bagi RI dan AS untuk bekerja sama dalam pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pemerintah. Selain itu, MoU juga akan mendorong peluang pengembangan usaha, di sektor infrastruktur, transportasii, energi, infrastruktur rantai pasokan pertambangan, lingkungan hidup, teknologi komunikasi dan informasi, keselamatan dan keamanan, layanan kesehatan, dan informasi geospasial.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kedutaan Besar RI di Washington DC (KBRI Washington DC) di sela-sela kunjungan Luhut. Dalam kunjungan ini, Luhut didampimgi Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo,dan Staf Ahli Menteri Perdagangan bidang Hubungan Internasional, Arlinda Imbang Jaya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini