Didorong Fluktuasi Harga Emas, Total Transaksi Kontrak BBJ Lampaui Target

Didorong Fluktuasi Harga Emas, Total Transaksi Kontrak BBJ Lampaui Target Foto: Freepik/user4436526

Total transaksi kontrak Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) hingga November 2020 mencapai 8,252 juta lot atau lebih tinggi 0,03% dari target awal mencapai 8,25 juta lot. Volume perdagangan tersebut menunjukkan kenaikan 22,46% dari periode sama tahun lalu sebanyak 6,73 juta lot.

Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang, mengatakan bahwa hingga pertengahan November 2020, Volume transaksi kontrak multilateral telah mencapai 1,45 juta lot atau melampaui target sebanyak 1,75 juta lot. 

Baca Juga: Bitcoin Capai Level Tertinggi di Sejumlah Mata Uang

Sementara itu, volume transaksi untuk kontrak bilateral mencapai 6,80 juta lot atau lampaui target yang ditetapkan 6,5 juta lot.

"Meskipun hingga pertengahan November (16/11/2020) kontrak multilateral BBJ baru mencapai 83% dari target, kami yakin target kontrak yang ditetapkan terpenuhi sampai akhir tahun ini,” kata Paulus, Rabu, (18/11/2020). Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tembus Rp250 Juta! Ternyata, Gara-Gara ....

Lonjakan volume transaksi tersebut, didorong fluktuasi harga komoditi emas sepanjang tahun 2020 yang membuat transaksi kontrak berjangka emas melonjak sepanjang masa pandemi ini. Begitu pun transaksi komoditas kopi terjadi lonjakan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik. Begitu juga dengan revitalisasi kontrak Olein 10 juga ikut memnyumbang transaksi yang besar di BBJ.

“Kinerja kontrak tersebut tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta para pelaku pasar yang semakin dewasa dalam berinvestasi merupakan andil yang besar yang tidak dapat dipisahkan dalam peningkatan volume transaksi pada tahun 2020,” katanya.

Paulus menuturkan, BBJ optimistis industri perdagangan berjangka komiditi (PBK) akan tumbuh lebih baik pada 2021 didukung strategi yang diterapkan perseroan dan sinergi dengan pemangku kepentingan.

"Tahun depan BBJ akan memperluas kerjasama dengan bursa-bursa dan pelaku pasar di luar negeri. Hal ini bertujuan untuk menstimulus dan mempercepat pencapaian referensi harga. Pihaknya juga akan melakukan pengembangan dan perbaikan di semua lini organisasi, terutama di bidang sumber daya manusia," tutur Paulus.

Sejumlah program yang bakal diterapkan BBJ pada 2021 adalah peningkatan pelayanan, baik pelayanan administrasi maupun teknologi informasi kepada Anggota Bursa (AB) dan pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka.

BBJ juga akan memfokuskan penguatan produk multilateral kontrak berjangka CPO, olein, dan produk emas, khususnya kontrak emas syariah dan kopi yang akan menjadi produk fokus pengembangan. Begitu juga pihaknya menyiapkan pasar fisik kelapa yang diharapkan menjadi salah satu peningkat likuiditas BBJ.

Rencana lainnya adalah meningkatkan pendapatan melalui pengembangan dan pemberdayaan dari beragam sumber, baik operasional maupun non operasional, serta mengupayakan pengembangan kontrak berjangka yang baru.

Selain itu, melakukan efisiensi dengan meningkatkan aktifitas dan kualitas usaha, melakukan beberapa inisiatif yang bertujuan meningkatkan layanan, serta meningkatkan sinergi bersama regulator, SRO dan asosiasi terkait.

Secara umum tahun 2021, BBJ akan memberikan perhatian ekstra untuk meningkatkan pendapatan melalui ragam sumber pendapatan potensial, termasuk likuiditas manajemen dalam berinvestasi, serta fokus pada upaya peningkatan kualitas dan kuantitas transaksi di produk kontrak berjangka yang telah ada.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini