Catat, Ini PR Industri Fintech dari OJK

Catat, Ini PR Industri Fintech dari OJK Foto: Fajar Sulaiman

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri financial technology (fintech) turut berperan dalam menutup celah akses keuangan yang masih menganga cukup lebar di Indonesia. Survei OJK menyebutkan, tingkat inklusi keuangan Indonesia pada 2019 masih 76,19%, sementara tingkat literasi keuangan 38,03%.

"Ekonomi kita lebih didorong domestik bukan ekspor impor, ada 60 juta pelaku UMKM, disamping itu financing gap masih ada terutama banyak UMKM sektor informal yang belum bankable disinilah peran fintech, teknologi, untuk bisa menutup gap itu," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat Webinar Ngobral (Ngobrol Digital) secara virtual di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, fintech dan teknologi mempunyai peluang besar dalam menutup financial gap yang ada. Pasalnya penetrasi internet di Indonesia sangatlah gemuk.

Baca Juga: Riset: Pandemi Berdampak Positif untuk Perkembangan Fintech

"Ada 171 juta penduduk dimana 65,3% telah terhubung internet dan 130 juta mengakses media sosial. Indonesia berada di peringkat 4 di bawah China, Jepang dan Amerika Serikat dalam hal jumlah penduduk yang melakukan transaksi jual beli online melalui ecommerce," jelasnya.

Besarnya penetrasi internet, lanjut Wimboh, karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sulit dijangkau secara fisik. Dengan demikian, teknologi dan internet merupakan cara yang tepat untuk menutup gap akses keuangan masyarakat.

"Dengan teknologi ini memberikan lompatan luar biasa utk mengakses berbagai produk bukan cuma di sektor keuanga tapi juga ecommerce. Teknologi telah mengubah prilaku masyarakat baik kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini