Miliarder Teknologi Ini Pro Mata Uang Digital: Bangun Sistem Keuangan Baru

Miliarder Teknologi Ini Pro Mata Uang Digital: Bangun Sistem Keuangan Baru Foto: Reuters

Miliarder teknologi Jack Ma optimis terhadap potensi peran mata uang digital dalam sistem keuangan China di masa depan.

Sayangnya, orang dalam industri kripto tak yakin apakah Ma mengacu pada mata uang kripto secara umum atau hanya pada proyek CBDC China (yuan digital) secara khusus?

"Mata uang digital dapat menciptakan nilai dan kita harus memikirkan cara membangun sistem keuangan jenis baru melalui mata uang digital," ujar Jack Ma pada acara Bund Summit di Shanghai, sebagaimana Warta Ekonomi kutip dari Cointelegraph, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tembus Rp250 Juta! Ternyata, Gara-Gara ....

Baca Juga: Wah, Xiaomi Akan Rilis HP 5G dengan Harga Rp2 Jutaan, yang Benar??

Sekadar informasi, pada tahun lalu, Jack Ma sempat mengkritik peraturan global karena mempersulit inovasi dalam inovasi keuangan.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Ma pernah berujar, "Setelah krisis keuangan Asia, kontrol risiko yang disoroti oleh Basel Accords hanya berfokus pada kontrol risiko, bukan pada pengembangan. Mereka juga jarang mempertimbangkan peluang bai kaum muda dan negara berkembang."

Ma menilai, aturan yang ada cocok dengan permasalahan dalam sistem keuangan yang telah beroperasi berpuluh-puluh tahun. Akan tetapi, menurutnya, itu tak sesuai untuk China yang masih membutuhkan banyak inovasi di sektor keuangan.

"Mata uang digital memiliki peran penting dalam membangun sistem keuangan negara dalam 30 tahun ke depan," ujar Ma.

Pihak Decrypt di China menilai, 'mata uang digital' dalam pernyataan Ma merujuk pada yuan digital di China yang sedang dalam tahap uji coba saat ini; sebab, China melarang mata uang kripto seperti Bitcoin.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini