Bincang Hangat Biden dan Netanyahu Terungkap, Pak Presiden Terpilih Sepakat...

Bincang Hangat Biden dan Netanyahu Terungkap, Pak Presiden Terpilih Sepakat... Kredit Foto: Antara/Alex Kolomoisky/Yedioth Ahronoth/POOL via REUTERS

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah berbincang “hangat” dengan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden pada Selasa (17/11/2020).

Percakapan itu menjadi pangakuan terlambat Israel terhadap kemenangan Biden dan kekalahan Donald Trump yang selama ini menjadi aliansi terdekat rezim Zionis.

Baca Juga: Sebelum Biden Dilantik, Trump Bakal Tarik Pulang Tentara AS di Afghanistan

"Keduanya sepakat segera bertemu untuk membahas banyak masalah yang tertunda dan menegaskan kembali kebutuhan untuk terus memperkuat aliansi yang kuat antara Amerika Serikat dan Israel," papar pernyataan Israel, dilansir Reuters.

Netanyahu telah memberi selamat kepada Biden dan pasangannya Kamala Harris di Twitter pada 8 November, sehari setelah Demokrat mengumumkan kemenangan pemilu AS.

Di Twitter, Netanyahu juga berterima kasih kepada Trump atas persahabatannya dengan Israel. 

Dalam pesan-pesan itu dan dalam sambutan publik berikutnya, Netanyahu menahan diri untuk tidak menyebut Biden sebagai "presiden terpilih". Banyak pihak menganggap itu sebagai upaya menghindari kemarahan Trump, yang telah menggugat kemenangan Biden di pengadilan. 

Tetapi pernyataan yang dikeluarkan setelah Netanyahu dan Biden berbicara menggunakan istilah itu dan mengatakan mereka memiliki "percakapan hangat" di mana presiden terpilih "menegaskan kembali komitmennya yang mendalam kepada negara Israel dan keamanannya."

Seorang juru bicara transisi Biden menolak berkomentar, tetapi ringkasan percakapan itu akan dirilis tim Biden.

Presiden Israel Reuven Rivlin, yang posisinya sebagian besar bersifat seremonial, juga berbicara dengan Biden pada Selasa.

“Rivlin memberi selamat atas terpilihnya Biden dan menyebutnya sebagai teman lama Israel,” ungkap juru bicara Rivlin.

Setelah sejalan dengan Trump selama empat tahun, Netanyahu kemungkinan akan ditantang perubahan kebijakan AS di era Biden, setelah kebijakan keras Trump terhadap Iran dan Palestina.

Biden berjanji memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran 2015 yang telah dicabut oleh Trump. Gedung Putih tampaknya juga akan menentang pembangunan permukiman Israel di tanah pendudukan tempat Palestina mencari status sebagai negara.

Sebelumnya pada Selasa, Netanyahu, yang memimpin partai sayap kanan Likud, tidak mau menjawab pertanyaan saat wawancara di radio Galei Israel tentang siapa yang dia yakini memenangkan pemilu AS.

“Mengapa saya harus mengungkapkan pendapat?” jawab Netanyahu.

“Mereka memiliki proses internal electoral college. Saya pikir semua orang kurang lebih mengerti apa yang tampaknya akan terjadi secara resmi," ungkap dia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini