Sebelum Biden Dilantik, Trump Bakal Tarik Pulang Tentara AS di Afghanistan

Sebelum Biden Dilantik, Trump Bakal Tarik Pulang Tentara AS di Afghanistan Kredit Foto: Military Times

Presiden Donald Trump diperkirakan akan memerintahkan penarikan lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan dan Irak, menjelang akhir masa jabatannya, demikian menurut pejabat keamanan yang dikutip media.

Jumlah pasukan AS yang berada di Afghanistan akan dikurangi dari sekira 5.000 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari. Sementara jumlah pasukan AS di Irak akan dikurangi dari 3.000 menjadi 2.500.

Baca Juga: Sebut RI Bisa Seperti Suriah dan Afghanistan, DS Ingatkan Jokowi: Jangan Diam Lihat Ormas...

Media AS melaporkan, penarikan itu harus selesai pada 15 Januari, hanya beberapa hari sebelum Joe Biden dilantik menjadi Presiden ke-46 AS, demikian dilaporkan BBC. 

Tetapi rencana Trump itu dilaporkan menghadapi kritik dari sesama pemimpin Partai Republik, Senator Mitch McConnell, yang memperingatkan militan di kedua negara itu akan "menyukai" gagasan penarikan pasukan AS tersebut.

"Kami memainkan peran terbatas, terbatas, tetapi penting dalam mempertahankan keamanan nasional Amerika dan kepentingan Amerika melawan teroris yang tidak menginginkan apa pun selain kekuatan yang paling kuat. untuk kebaikan di dunia hanya dengan mengambil bola kita dan pulang,” kata McConnell.

"Mereka (militan) akan menyukainya."

Menurut keterangan pejabat yang dikutip Associated Press, para pemimpin militer AS telah diberitahu tentang rencana penarikan itu akhir pekan lalu. Perintah eksekutif sedang dibuat tetapi belum dikirim ke para komandan.

Presiden Trump telah lama menyerukan pemulangan pasukan dan mengkritik intervensi militer AS di Irak dan Afghanistan karena mahal dan tidak efektif. Sebelumnya, dia mengatakan ingin semua pasukan AS di Afghanistan pulang sebelum Natal tahun ini.

Pada bulan September, Pentagon mengumumkan akan menarik lebih dari sepertiga tentaranya dari Irak dalam beberapa minggu - dari sekitar 5.200 menjadi 3.000.

Pasukan pimpinan AS menyerbu Irak pada 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein, memburu senjata pemusnah massal yang ternyata tidak ada.

Sedangkan di Afghanistan, keterlibatan mereka telah terjadi sejak 2001. Sebuah koalisi pimpinan AS menggulingkan Taliban beberapa minggu setelah serangan 11 September 2001 di AS oleh al-Qaeda, yang saat itu berbasis di Afghanistan.

Taliban berkumpul kembali dan menjadi kekuatan pemberontak yang pada 2018 aktif di lebih dari dua pertiga negara itu.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini